GIRI MENANG — Manajemen Holiday Resort Lombok memperkuat standar pariwisata berkelanjutan dengan mengolah hampir 1,5 ton sampah secara internal dalam satu bulan. Berdasarkan laporan keberlanjutan periode April 2026, total sampah yang dikelola mencapai 1.449,90 kilogram, yang mencakup limbah organik dapur hingga material daur ulang.
Langkah ini dilakukan melalui pemilahan ketat di area hotel. Sampah organik dari departemen food and beverage serta sisa perawatan kebun dialihkan menjadi pupuk kompos. Hasil pengolahan tersebut kemudian didistribusikan kembali ke Eco Farm milik resor sebagai nutrisi tanah alami, menciptakan siklus ekonomi sirkular di lingkungan hotel.
Siklus Kompos dan Pasokan Sayuran Segar Eco Farm
Pemanfaatan kompos dari sisa limbah operasional terbukti mendongkrak produktivitas Eco Farm. Sepanjang April 2026, kebun internal resor ini mampu menghasilkan lebih dari 20 varietas tanaman, mulai dari sayuran daun, buah-buahan, hingga tanaman herbal untuk kebutuhan spa dan dapur.
Data operasional mencatat beberapa hasil panen signifikan yang langsung digunakan di Kayangan Restaurant, di antaranya:
- 705 butir kelapa untuk kebutuhan minuman dan bahan masakan.
- 145,75 kilogram selada segar.
- 59,35 kilogram kedondong dan 23,40 kilogram alpukat.
- Berbagai jenis rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, hingga basil dan rosemary.
Strategi ini memangkas rantai pasok bahan makanan sekaligus menjamin kesegaran produk yang disajikan kepada tamu. Bahan-bahan herbal seperti mint dan thyme juga digunakan untuk mendukung pengalaman relaksasi tamu di fasilitas spa resor.
Bagaimana Penerapan Prinsip 6R di Holiday Resort Lombok?
Dalam menjalankan operasional harian, manajemen menerapkan kerangka kerja 6R yang terdiri dari Refine, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Retrieve Energy. Prinsip ini tidak hanya menyasar pada hilir atau pengolahan sampah, tetapi juga pada hulu sejak pemilihan pemasok dan penyediaan bahan baku.
Sampah kering yang tidak dapat dikomposkan dipilah berdasarkan jenis materialnya. Manajemen kemudian menyalurkan material layak daur ulang tersebut kepada mitra resmi di Lombok untuk diproses lebih lanjut, sehingga meminimalkan residu yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Edukasi mengenai praktik hijau ini juga diperluas kepada para wisatawan. Melalui program tur kebun yang digelar setiap pagi dan sore, tamu diajak melihat langsung proses penanaman hingga bagaimana limbah hotel diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan.
Transparansi Laporan Keberlanjutan untuk Industri Perhotelan
Publikasi laporan bulanan ini menjadi bagian dari upaya resor dalam menjaga transparansi operasional. Di tengah meningkatnya tren eco-tourism, langkah Holiday Resort Lombok memberikan preseden bagi pelaku industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat bahwa pengelolaan lingkungan yang terukur dapat berjalan beriringan dengan kenyamanan layanan bintang lima.
Praktik ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan bagian dari efisiensi operasional yang berdampak langsung pada kelestarian ekosistem pesisir Senggigi. Konsistensi dalam mengelola 15 hektare lahan secara mandiri diharapkan mampu menginspirasi kawasan wisata lain di Lombok Barat dalam menangani persoalan sampah secara tuntas dari sumbernya.