LOMBOK UTARA — Pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, memasuki tahap percepatan setelah progres fisik mencapai 21 persen. Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum ini menelan anggaran Rp 241 miliar dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
1.200 Tenaga Kerja Dikerahkan untuk Mengejar Target
Saat ini, sebanyak 837 orang tenaga kerja sudah bekerja di lapangan. Pengawas proyek dari Kementerian PU, Arahman, menyebut masih dibutuhkan tambahan 363 orang untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.
"Kami butuh sekitar 1.200 orang pekerja, sementara baru 837 orang. Nah, kami upayakan bertahap masuk untuk penambahan," ujar Arahman, Kamis (14/5/2026).
28 Gedung untuk SD, SMP, dan SMA Lengkap dengan Asrama
Sekolah rakyat ini berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dan terdiri dari 28 gedung. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas untuk tiga jenjang pendidikan, asrama siswa, kantin, rumah susun untuk guru, hingga lapangan mini soccer dan guest house.
"Semuanya lengkap di sini, termasuk fasilitasnya kami bangun semua juga di sini. Ada juga lapangan mini soccer termasuk, guest house," imbuh Arahman.
Bangunan Tahan Gempa 8 Skala Richter
Seluruh gedung sekolah dirancang dengan sistem konstruksi tahan gempa. Berdasarkan perhitungan teknis, bangunan mampu bertahan dari gempa berkekuatan hingga 8 skala richter, meskipun lokasi sekolah hanya berjarak 100 meter dari tepi pantai.
"Secara perhitungan sudah aman meskipun berjarak 100 meter dari tepi pantai," imbuhnya.
Sekolah Rakyat Pertama di NTB
Sekolah di Kecamatan Kayangan ini menjadi sekolah rakyat pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberadaannya diharapkan menjawab kebutuhan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Lombok Utara dan sekitarnya.