LOMBOK TENGAH — Rencana besar untuk melestarikan kerajinan anyaman tradisional tengah digodok di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Event bertajuk Begawe Ngulat 2026 akan digelar di Pasar Beleke, Desa Beleke, dan ditargetkan menjadi ajang pemecahan rekor MURI untuk kategori jumlah pengrajin anyaman terbanyak.
Sekretaris Desa Beleke, Jopi Hendrayani, mengungkapkan bahwa persiapan sudah dimulai sejak awal tahun. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Lombok Tengah untuk menentukan hari dan tanggal pasti pelaksanaan yang masih dalam tahap penyusunan.
"Event Begawe Ngulat ini pertama kali dilaksanakan di Desa Beleke, InsyaAllah akan dilaksanakan pada bulan Juli 2026," ujar Jopi, Selasa (19/5/2026).
Target 1.000 Peserta dan Rekor MURI
Angka partisipasi menjadi kunci utama dalam ajang ini. Desa Beleke sendiri diketahui memiliki lebih dari 500 pengrajin aktif yang disebut "Pengulat". Dengan menggandeng perajin dari seluruh Lombok Tengah, panitia optimistis target seribu peserta bisa tercapai.
"Pengulat di Desa Beleke saja jumlahnya lebih dari 500 Pengulat, dan semuanya kita libatkan. Target kita 1000 peserta Event Begawe Ngulat. InsyaAllah, kita akan mendapatkan piagam dengan jumlah Pengulat terbanyak dari MURI," katanya.
Harapan Pasokan Bahan Baku dari Dinas Pariwisata
Satu tantangan yang dihadapi panitia desa adalah ketersediaan bahan baku. Rotan dan ketak dalam jumlah besar diperlukan untuk memastikan seluruh peserta bisa bekerja secara bersamaan. Jopi berharap Dinas Pariwisata Lombok Tengah selaku panitia tingkat kabupaten bisa menyuplai kebutuhan tersebut.
"Kami panitia di tingkat Desa sudah berkoordinasi dengan para Pengulat dan Arshof, dan kami berharap untuk bahan baku seperti rotan dan ketak disiapkan oleh Dinas Pariwisata. Sedangkan untuk hasil Kerajinan anyaman Rotan dan Ketak nantinya dipasarkan oleh teman – teman pengelola Arshof," harap Jopi.
Peresean Tiga Hari sebagai Pembuka Acara
Tak hanya menganyam, event ini juga direncanakan dibuka dengan tradisi khas Lombok. Jopi yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Peresean Indonesia (API) mengusulkan agar perayaan diawali dengan pertunjukan Peresean selama tiga hari. Tradisi adu ketangkasan ini diyakini bisa menambah daya tarik wisatawan.
"Harapan kami juga, Pemda bisa melaksanakan Peresean selama tiga hari sebagai tanda pembukaan Event Begawe Ngulat," tuturnya.
Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Event ini tidak semata-mata soal rekor. Jopi menegaskan bahwa Begawe Ngulat adalah strategi untuk mempromosikan Desa Beleke sebagai sentra kerajinan anyaman yang produknya sudah dikenal hingga luar Pulau Lombok. Pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan agen perjalanan untuk memasarkan event ini ke wisatawan domestik dan mancanegara.
"Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan teman – temen Travel untuk ikut mempromosikan Event Begawe Ngulat, sehingga masyarakat dalam dan luar negeri tahu dan bisa melihat secara langsung proses Ngulat," jelasnya.