Pencarian

Realisasi Investasi NTB Tembus Rp18,06 Triliun di Triwulan I 2026, Sektor Tambang Mendominasi

Rabu, 27 Mei 2026 • 13:17:25 WIB
Realisasi Investasi NTB Tembus Rp18,06 Triliun di Triwulan I 2026, Sektor Tambang Mendominasi
Realisasi investasi NTB triwulan I 2026 mencapai Rp18,06 triliun dengan sektor tambang sebagai kontributor utama.

MATARAM — Investasi yang masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp18,06 triliun. Angka ini menempatkan provinsi tersebut di jalur yang tepat untuk mengejar target tahunan Rp68,64 triliun yang ditetapkan pemerintah pusat. Energi dan sumber daya mineral (ESDM) menjadi sektor paling dominan dengan sumbangan Rp12,92 triliun, atau 71,5 persen dari total realisasi.

Sektor Tambang Mendominasi, Industri Susul di Belakang

Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma menjelaskan bahwa sektor pertambangan masih menjadi andalan utama. Lapangan usaha industri menempati posisi kedua dengan nilai investasi mencapai Rp1,67 triliun. Sementara itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyumbang Rp202 miliar pada periode Januari hingga Maret 2026.

"Capaian tersebut menunjukkan NTB masih menjadi daerah yang menarik bagi investor, terutama pada sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Irnadi dalam pernyataannya di Mataram, Selasa.

Dinamika Geopolitik Tidak Signifikan, Hilirisasi Jadi Kunci

Pemerintah NTB menilai ketegangan geopolitik global yang mempengaruhi iklim investasi dunia tidak berdampak besar pada sektor strategis di daerah. Irnadi mengakui calon investor di bidang pertambangan memang mengalami perlambatan, namun situasi tersebut masih terkendali. Strategi yang ditempuh adalah memperkuat investasi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan.

"Kami terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan investasi, salah satunya dengan memperkuat investasi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan," kata dia.

Investor Mulai Melirik Kawasan Samota untuk Perikanan

Menariknya, sejumlah investor mulai menunjukkan minat terhadap pengelolaan hasil perikanan di kawasan Samota—akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora. Pemerintah provinsi mendorong pengembangan industri pengolahan lain yang mampu menghasilkan produk akhir bernilai tambah dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Irnadi optimistis target investasi tahun ini sebesar Rp68,64 triliun dapat tercapai. "Kami optimistis target investasi tahun ini sebesar Rp68,64 triliun dapat tercapai melalui kolaborasi berbagai pihak dan optimalisasi potensi daerah," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: mataram.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks