NUSA TENGGARA BARAT — Icon Composer 2 membawa tiga fitur utama yang mengubah cara desainer membuat ikon aplikasi. Pertama, Refraction — efek pembelokan cahaya yang memungkinkan lapisan ikon menangkap dan mentransmisikan warna serta bentuk dari objek di belakangnya. Kekuatan efek ini bisa diatur per lapisan, dari lengkungan halus di tepi hingga distorsi seperti lensa.
Kedua, Specular Highlights yang lebih tajam. Sorotan ini menonjolkan kontras di tepi setiap lapisan, membuat ikon terlihat lebih terdefinisi. Desainer bisa memilih apakah sorotan ditempatkan di dalam, di luar lapisan, atau dibiarkan otomatis oleh sistem.
Ketiga, Extended Preview — fitur pratinjau yang menampilkan bagaimana ikon akan dirender di sistem operasi tahun ini dan tahun lalu. Ini membantu desainer memastikan ikon tetap terlihat optimal di perangkat lama dan baru.
Cara Mendapatkan Tools Desain Terbaru Apple
Apple belum menyediakan tautan unduhan eksplisit di halaman utama portal Design Resources. Namun, kedua beta sudah bisa diakses langsung melalui tautan yang dibagikan Apple. Pengembang dan desainer disarankan mengunduh melalui akun pengembang terdaftar.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai aset desain lain yang dirilis Apple pekan ini, pengguna bisa mengunjungi portal resmi Design Resources.
Dampak bagi Pengembang dan Desainer Indonesia
Kehadiran SF Symbols 8 dan Icon Composer 2 beta memberi keleluasaan bagi desainer aplikasi di Indonesia untuk bereksperimen dengan gaya visual Liquid Glass sebelum rilis publik. Fitur Extended Preview sangat berguna mengingat masih banyak pengguna Indonesia yang menggunakan perangkat dengan sistem operasi lawas.
Dengan koleksi simbol yang mencapai ribuan, pengembang tak perlu lagi membuat ikon dari nol untuk fitur standar seperti kamera, galeri, atau pengaturan. Cukup pilih, atur warna dan animasi, lalu langsung terapkan ke antarmuka aplikasi.