NUSA TENGGARA BARAT — Jakarta, Kompas.com – Wuling mulai memberikan kode keras soal mobil listrik mungil terbarunya untuk pasar Indonesia. Sebuah unit kendaraan listrik berukuran ringkas dipamerkan di salah satu mal di Jakarta Barat, dan yang menarik, emblem di bagian belakang hanya bertuliskan "Wuling EV" tanpa menyebutkan nama model secara gamblang.
Desain mobil ini sangat mirip dengan Hongguang Mini EV generasi terbaru yang meluncur di China pada Maret 2026. Hal ini langsung memicu spekulasi di kalangan pengamat bahwa inilah sosok Wuling Aira EV, yang diduga kuat menjadi penerus Air ev.
Desain Retro-Futuristik dengan Lampu Bulat Besar
Saat melihat bagian depan, kesan pertama yang muncul adalah desain unik dan menggemaskan. Fasia depan didominasi sepasang lampu utama berbentuk bulat besar yang langsung menjadi pusat perhatian. Bentuk lampu tersebut memberikan karakter ramah sekaligus nuansa retro-futuristik yang membedakannya dari mobil listrik lain di kelasnya.
Di antara kedua lampu terdapat panel horizontal yang menghubungkan sisi kanan dan kiri. Pada bagian tengahnya tersemat logo Wuling yang sekaligus berfungsi sebagai penutup port pengisian daya baterai. Penempatan charging port di bagian depan ini dinilai praktis karena memudahkan akses saat mengisi daya di perkotaan.
Dimensi Kompak dengan Empat Pintu Lebih Praktis
Daya tarik utama mobil ini terletak pada dimensinya yang sangat kompak. Bentuk bodi cenderung mengotak atau boxy, mirip dengan konsep Air ev. Namun, proporsinya terlihat lebih modern dengan penggunaan empat pintu yang membuat akses penumpang belakang jadi lebih mudah.
Dari samping, desain tegak lurus pada bodi membantu memaksimalkan ruang kabin. Kombinasi warna two-tone dengan bodi bernuansa silver kebiruan dan atap hitam membuat tampilannya lebih segar. Garis karakter pada bodi dibuat sederhana, mengalir dari depan hingga belakang tanpa banyak lekukan agresif.
Area kaca samping yang cukup besar diperkirakan membantu visibilitas pengemudi saat bermanuver di jalan perkotaan yang padat. Secara keseluruhan, desain mobil ini terasa lebih matang dibanding Air ev yang saat ini dipasarkan Wuling di Indonesia.
Detail Unik: Wheel Cover Bunga dan Nama Aira EV Terdaftar
Meski mengusung konsep minimalis, beberapa detail kecil membuat mobil ini tetap terlihat menarik. Salah satunya terlihat pada desain wheel cover yang menyerupai kelopak bunga. Selain memberikan kesan unik, desain tersebut juga diklaim membantu meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Bagian bawah bodi menggunakan aksen plastik hitam yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus memperkuat kesan modern. Sementara itu, spion samping dibuat berwarna hitam mengilap yang senada dengan atap kendaraan.
Spekulasi mengenai identitas mobil tersebut semakin kuat setelah Wuling diketahui telah mendaftarkan nama Aira EV di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Nama tersebut diajukan oleh SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. pada 8 April 2026. Banyak pihak kemudian mengaitkan Aira EV dengan Hongguang Mini EV generasi terbaru yang dipasarkan di China mulai 44.800 Yuan atau setara sekitar Rp 116 jutaan.
Tanggapan Wuling: Belum Bisa Banyak Bicara
Menanggapi kemunculan nama Aira EV, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, belum bersedia mengungkapkan detail lebih jauh. "Kami belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai nama tersebut, termasuk akan dipakai di produk apa itu belum bisa kami informasikan. Tetapi yang pasti, kami saat ini memang sedang fokus untuk mengenalkan atau menyosialisasikan dua produk yang menggunakan teknologi Wuling, yakni Darion dan Eksion," ucapnya.
Meski demikian, kemunculan unit yang diduga Hongguang Mini EV terbaru di Jakarta semakin memperkuat dugaan bahwa Wuling tengah menyiapkan mobil listrik kompak baru untuk pasar Indonesia. Jika benar dipasarkan sebagai Aira EV, model ini berpotensi menjadi penerus Air ev dengan menawarkan kepraktisan lebih berkat konfigurasi empat pintu, tanpa mengorbankan dimensi ringkas yang menjadi ciri khas mobil listrik perkotaan.