LOMBOK TIMUR — Sebanyak 157 desa di Kabupaten Lombok Timur bersiap menggelar pesta demokrasi tingkat desa terbesar dalam satu dekade. Pilkades serentak 2027 ini menjadi ajang pergantian kepemimpinan yang hanya terjadi sekali dalam delapan tahun, sehingga atensi masyarakat dipastikan sangat tinggi.
Peran Pemda: Quality Control, Bukan Aktor Utama
Pemerintah daerah menempatkan diri sebagai pengendali mutu, bukan sebagai pelaksana langsung di lapangan. Juaini Taofik menegaskan, seluruh orkestrasi politik di tingkat desa berada di tangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
"Pemda tidak menginginkan adanya perbedaan syarat maupun perlakuan antar desa. Seluruh tahapan harus mengikuti ketentuan peraturan daerah dan perundang-undangan yang berlaku," ujar Juaini.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah larangan percepatan tahapan. Jadwal yang telah ditetapkan dalam Permendagri tidak boleh dilanggar dengan alasan apa pun.
Anggaran Baru Dibahas Setelah Perda Rampung
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur, Hambali, mengungkapkan bahwa angka Rp10 miliar masih bersifat estimasi. Anggaran final akan dibahas dalam APBD Perubahan setelah Peraturan Daerah tentang Pilkades serentak selesai diharmonisasi di Kementerian Hukum.
"Soal waktu pemungutan suara nanti bisa tetap bergeser, disesuaikan dengan anggaran," kata Hambali.
Potensi Konflik dan Aturan Suara Imbang
Juaini menyoroti potensi sengketa yang kerap muncul, terutama jika dua calon memperoleh jumlah suara sama. Berdasarkan Perda, pemenang ditentukan dari sebaran kemenangan di wilayah pemungutan suara. Jika masih sama, kemenangan di TPS dengan jumlah pemilih lebih banyak menjadi penentu.
"Potensi konflik memang bisa muncul. Namun selama semua pihak memahami aturan, persoalan dapat diselesaikan dengan baik," jelasnya.
FKKD Dorong Kompetisi Sehat dan Elegan
Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur turut bergerak menggalang dukungan. Ketua FKKD, Khaerul Ihsan, menegaskan komitmen untuk menyukseskan Pilkades agar berlangsung aman, tenang, dan nyaman. FKKD terus mendorong desa-desa menjaga optimisme serta mengedepankan kompetisi yang elegan.