MATARAM — Rangkaian latihan dimulai dengan konvoi Kendaraan Taktis (Rantis) Kopassus dari depan Kantor Gubernur NTB. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal menyebut, pemilihan Mandalika sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. Kawasan itu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kerap menjadi tuan rumah event berskala besar.
“Latihan dilakukan di Mandalika karena ini merupakan Program Strategis Nasional (PSN). Tujuannya adalah memberikan assurance atau keyakinan bahwa situasi keamanan menjelang pelaksanaan berbagai event internasional dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Miq Iqbal dalam keterangannya.
Momentum TNI Dekat dengan Rakyat NTB
Konvoi Rantis Kopassus tidak sekadar unjuk kesiapan militer. Masyarakat sekitar mendapat kesempatan langka untuk melihat dari dekat, bahkan mencoba menaiki kendaraan tempur dan diajak berkeliling di wilayah Kota Mataram.
“Rakyat diberikan kesempatan langsung untuk melihat dan mengendarai langsung kendaraan Kopassus. Ini bagian dari upaya TNI untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat NTB,” terang mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.
ALKI II Jadi Alasan Strategis Latihan di NTB
Selain faktor domestik, Miq Iqbal menekankan posisi geografis NTB yang sangat vital dalam peta geopolitik dan pertahanan nasional. Provinsi ini berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yang menjadi salah satu titik rawan dan strategis sekaligus.
“NTB adalah daerah yang sangat strategis, baik karena keberadaan PSN maupun posisinya di jalur ALKI II. Jadi, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan program-program tersebut,” tegasnya.
Pelepasan latihan ditandai dengan konvoi Rantis yang melintas di pusat Kota Mataram. Gubernur menyebut, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas di Bumi Gora.