NUSA TENGGARA BARAT — Mitsubishi XForce HEV bukan sekadar menempelkan motor listrik pada mesin bensin. Dalam sesi Media Test Drive yang digelar pekan ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) ingin membuktikan bahwa berbagai penyempurnaan teknis telah dilakukan secara menyeluruh. Fokusnya bukan hanya pada efisiensi bahan bakar, melainkan juga pada karakter berkendara yang lebih matang.
Tujuh Mode Berkendara untuk Adaptasi Jalan
Salah satu perubahan paling signifikan ada pada sistem pemilihan mode berkendara. XForce HEV kini memiliki tujuh pilihan: EV, Charge, Tarmac, Normal, Wet, Gravel, dan Mud. Jumlah ini bertambah dari versi bermesin konvensional yang hanya memiliki empat mode.
Mode EV memungkinkan mobil melaju dalam diam pada kecepatan rendah, cocok untuk macet. Sementara mode Charge secara aktif mengisi baterai saat melaju. Untuk medan berat, mode Gravel dan Mud memberikan distribusi torsi yang lebih agresif. "Kami senang melihat berbagai peningkatan yang dihadirkan pada New XForce HEV, mulai dari sistem suspensi yang telah disempurnakan," ujar Maasaki Fujiwara, Executive Vice President MMKSI.
Rute Karawang: Uji Suspensi dan Kabin Senyap
Perjalanan dimulai dari kantor MMKSI di Cempaka Putih menuju Grand Outlet Karawang melalui tol MBZ. Kombinasi jalan perkotaan dan tol ini dipilih untuk menunjukkan keseimbangan performa dan kenyamanan. Penyempurnaan sasis dan suspensi terasa pada saat mobil melewati marka jalan atau sambungan beton di tol — getaran lebih teredam dibanding pendahulunya.
Kabin juga disebut lebih senyap berkat penambahan peredam suara di beberapa titik. Ketika mode EV aktif, heningnya kabin langsung terasa tanpa suara mesin mengganggu.
Bagasi Luas dan Manuver di Lintasan Sempit
Sesampainya di Karawang, media diajak mengikuti Baggage Challenge untuk mengukur kapasitas bagasi. Fitur Electric Tailgate memudahkan saat kedua tangan penuh barang. Selanjutnya, Narrow Road Challenge dan Parking Challenge menguji fitur Multi Around Monitor (MAM) dengan Moving Object Detection (MOD). Sistem ini menampilkan gambar 360 derajat dan memberi peringatan jika ada objek bergerak di sekitar mobil — sangat membantu saat parkir di area padat.
Di Meikarta Speedway, tantangan slalom, braking, dan manuver sempit menjadi ajang pembuktian. Radius putar yang ringkas membuat XForce HEV lincah berbelok di tikungan ketat. Active Yaw Control (AYC) menjaga stabilitas saat berpindah jalur secara mendadak.
Spesifikasi Powertrain Hybrid
XForce HEV mengandalkan mesin bensin 1.600 cc 4-silinder DOHC MIVEC dengan tenaga 107 dk dan torsi 134 Nm. Mesin ini dikawinkan dengan motor listrik bertenaga 116 dk dan torsi 255 Nm. Transmisi menggunakan transaxle dua-gigi — rasio rendah untuk tanjakan, rasio tinggi untuk jalan tol. Kombinasi ini memberikan akselerasi responsif tanpa suara mesin meraung-raung.
Dengan harga Rp 445 juta, XForce HEV bersaing di segmen SUV kompak hybrid yang semakin ramai. Sesi test drive ini setidaknya membuktikan bahwa Mitsubishi serius membenahi kenyamanan suspensi dan kelengkapan fitur — bukan hanya sekadar menambah motor listrik.