Pencarian

Pemprov NTB Usulkan Lima Ruas Jalan dan Jembatan ke Program IJD, Butuh Anggaran Rp 200 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 • 14:22:31 WIB
Pemprov NTB Usulkan Lima Ruas Jalan dan Jembatan ke Program IJD, Butuh Anggaran Rp 200 Miliar
Pemprov NTB mengusulkan lima ruas jalan dan jembatan ke program IJD dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp 200 miliar.

MATARAM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan pihaknya tengah menyusun desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk lima infrastruktur prioritas tersebut. Proyek yang diusulkan antara lain jalan Kebon Ayu-Lembar, ruas Sampungu-Bajo, serta dua jembatan yang rusak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

“Kalau sifatnya ringan hingga sedang kita bisa tangani. Tapi ukurannya kalau berat di sisi pelaksanaan, berat juga di sisi ongkos kita coba dorong ke program IJD,” ujar Lalu Kusuma Wijaya di Mataram, belum lama ini.

Anggaran Proyek Jembatan dan Jalan Capai Rp 50 Miliar per Ruas

Dari lima usulan tersebut, satu proyek saja membutuhkan dana hingga Rp 50 miliar. Contohnya adalah ruas jalan Sampungu-Bajo yang memiliki panjang total 48 kilometer. “Kita kan log segment ya, total 48 kilo,” kata Kepala Dinas PUPRKP NTB.

Selain ruas Sampungu-Bajo, dua jembatan di Wera, Bima, juga menjadi perhatian serius karena kondisinya yang sudah rusak berat dan membutuhkan penanganan segera. Pemprov NTB berharap usulan ini bisa mendapat persetujuan dari pemerintah pusat agar pengerjaan infrastruktur tidak tertunda.

Penanganan Jalan Rusak di Lombok dan Sumbawa Tahun Ini

Di luar proyek IJD, Pemprov NTB tetap mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan di beberapa titik yang masuk kategori rusak ringan hingga sedang. Tahun ini, prioritas penanganan difokuskan di kawasan Sering, lokasi relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa. Jalan di kawasan itu kerap terendam air saat musim hujan dan membahayakan pengendara sepeda motor.

“Pada musim hujan, orang sudah pasti nggak bisa lewat karena ketinggian airnya sangat berbahaya untuk pengendara sepeda motor,” ungkap Lalu Kusuma.

Beberapa titik lain yang masuk daftar penanganan tahun ini adalah jalan di kawasan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), ruas Simpang Moyo-Ulu Air di Sumbawa, serta sejumlah titik di Kecamatan Tambora. Untuk wilayah Wera, Bima, Pemprov masih perlu melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu sebelum menentukan metode penanganan.

20 Titik Jalan Masuk Daftar Verifikasi, Butuh Belasan Miliar

Kepala Dinas PUPRKP NTB menyebutkan, saat ini telah ada 20 titik ruas jalan yang akan diverifikasi dan masuk dalam daftar penanganan dinas. Total kebutuhan anggaran untuk perbaikan di 20 titik tersebut mencapai sekitar belasan miliar rupiah.

“Yang rusak parah satu. Sebenarnya kalau rusak parah tidak terlalu banyak di Lombok,” katanya.

Di Pulau Lombok, jalan yang mengalami kerusakan parah di antaranya jalan Lancing di Lombok Tengah dan jalan Buwun Mas di Sekotong, Lombok Barat. Namun, panjang jalan yang membutuhkan penanganan tidak lebih dari satu kilometer. “Di Buwun Mas itu agak cekung. Itu banyak sekali limpahan dari lereng sampingnya yang kemudian menumpuk di badan jalan,” pungkas Lalu Kusuma Wijaya.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks