NUSA TENGGARA BARAT — Pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, menjadi saksi antusiasme konsumen terhadap Jeep Wrangler Rubicon. Ajeng, sales Jeep yang bertugas di booth, menyebutkan bahwa minat pembeli jauh lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"GIIAS tahun kemarin sudah lumayan, ada sekitar 10 SPK sampai hari ini. Hari pertama bahkan sudah tembus 4 SPK, padahal biasanya hari pertama itu jarang," ujar Ajeng kepada Stapo.id pada Selasa (4/8).
Kenapa Suspensi Baru Jadi Magnet Pembeli
Ajeng menilai perubahan karakter berkendara menjadi faktor utama yang memikat konsumen. Varian terbaru ini menawarkan pengalaman mengemudi yang jauh lebih lembut dibanding pendahulunya, terutama saat melintasi jalanan perkotaan yang padat.
"Menurut aku sekarang ini lebih empuk dibanding yang sebelumnya. Dulu bantingannya keras sekali. Kalau yang sekarang jauh berbeda, rasanya seperti membawa mobil SUV," jelas Ajeng.
Peningkatan kenyamanan ini tidak mengorbankan jati diri petualangnya. Jeep tetap membekali Wrangler Rubicon dengan mesin 2.0L GMET4 Turbocharged yang menghasilkan tenaga 281 dk dan torsi puncak 400 Nm.
Teknologi Medan Berat yang Tetap Dipertahankan
Tenaga dari mesin turbo tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan ke sistem penggerak Rock-Trac 4×4. Fitur Tru-Lok Front dan Rear Differential Lock membuat pengendara tetap percaya diri di jalur berbatu, tanah berlumpur, hingga tanjakan ekstrem.
Komponen gardan Dana M210 dan M220 memperkuat kemampuan jelajah kendaraan ini. Perpaduan teknologi tersebut memastikan Wrangler Rubicon tidak kehilangan karakter sebagai kendaraan off-road sejati.
Kesan Test Drive: Posisi Tinggi, Perlu Adaptasi Dimensi
Tim Stapo.id sempat menjajal langsung kendaraan ini di area test drive GIIAS 2026. Posisi duduk yang tinggi memberikan visibilitas luas ke arah depan, namun dimensi besar dan ground clearance tinggi membutuhkan proses adaptasi bagi pengemudi yang belum terbiasa.
Unit standar pabrik belum dilengkapi foot step, sehingga pengemudi maupun penumpang perlu sedikit usaha ekstra saat naik ke kabin. Meski begitu, karakter suspensi terasa lebih bersahabat dibanding generasi sebelumnya.
Sebagai kendaraan yang menyasar pencinta alam terbuka, konsumsi bahan bakar berkisar 5 hingga 8 kilometer per liter. Efisiensi BBM jelas bukan fokus utama bagi calon pemilik mobil bertenaga besar ini.
Kehadiran Wrangler Rubicon di GIIAS 2026 membuktikan bahwa kendaraan legendaris bisa beradaptasi dengan kebutuhan konsumen modern. Jeep berhasil menyeimbangkan ketangguhan off-road tradisional dengan kenyamanan berkendara harian, memberi angin segar bagi pasar SUV premium Indonesia.