NUSA TENGGARA BARAT — Wakil Gubernur Sumut Surya mengikuti prosesi penyerahan sapi kurban dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Bantuan ini merupakan agenda tahunan pemerintah pusat dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H/2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyampaikan standar bobot sapi bantuan presiden berkisar 800 kilogram hingga 1,3 ton dengan usia minimal dua tahun, sesuai syariat Islam. Namun, terdapat kebijakan khusus bagi 46 kabupaten/kota yang tak memiliki stok sapi lokal memenuhi standar tersebut.
"Karena di 46 daerah tersebut tidak ada sapi dengan bobot di atas 800 kg, maka sebagai gantinya, Pak Presiden memberikan dua ekor sapi di setiap kabupaten/kota tersebut," ujar Juri dalam arahannya secara virtual.
Kebijakan ini menjadi perhatian karena menunjukkan disparitas ketersediaan hewan kurban berkualitas di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah pusat memastikan tambahan jatah itu diberikan agar masyarakat tetap bisa merayakan Iduladha dengan hewan yang layak.
Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan seluruh sapi telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan bebas dari penyakit. Program ini juga melibatkan setidaknya 525 peternak lokal di seluruh Indonesia.
Juri Ardiantoro berharap keterlibatan peternak lokal dapat memicu semangat produktivitas dan pengembangan kualitas peternakan ke depan. "Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka Iduladha 1447 H tahun 2026 ini, Bapak Presiden menyampaikan amanah berupa bantuan kemasyarakatan sejumlah sapi kurban untuk dibagikan kepada seluruh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota," tambahnya.
Di akhir pengarahannya, Wamenkesneg meminta komitmen seluruh kepala daerah, termasuk Pemprov Sumut, untuk mengawal ketat proses distribusi, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban. Targetnya, bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami berterima kasih kepada bapak ibu kepala daerah yang akan membantu mendistribusikan, memantau, dan mengawal proses pemotongan ini hingga berjalan dengan baik di daerah masing-masing," kata Juri.
Prosesi penyerahan secara virtual itu diikuti serentak oleh para gubernur, bupati, serta wali kota se-Indonesia. Pemerintah pusat menargetkan seluruh tahapan rampung sebelum hari raya tiba.