MATARAM — Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG 3 Kg di Nusa Tenggara Barat tetap aman selama libur panjang Hari Raya Idul Adha. Perusahaan menambah alokasi sebanyak 147.000 tabung untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga dan usaha mikro di wilayah tersebut.
Penambahan ini berlaku untuk seluruh wilayah NTB, dengan distribusi yang diperkuat di titik-titik permintaan tinggi seperti kota Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa. “Kami siapkan tambahan pasokan agar masyarakat tidak khawatir saat berlebaran,” ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, dalam keterangan resminya.
Mengapa Tambahan 147.000 Tabung Diperlukan?
Pola konsumsi LPG 3 Kg di NTB biasanya meningkat hingga 15 persen pada momen hari raya. Aktivitas memasak massal untuk acara kurban dan kumpul keluarga menjadi pemicu utama lonjakan permintaan.
Pertamina menyebutkan bahwa stok harian normal untuk NTB berada di kisaran 80.000 hingga 90.000 tabung. Dengan tambahan ini, total pasokan yang tersedia selama long weekend mencapai lebih dari 200.000 tabung per hari di titik distribusi tertentu.
Distribusi Libur Lebaran: Titik Rawan dan Antisipasi
Pertamina Patra Niaga memetakan sejumlah titik rawan kelangkaan, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan akses distribusi terbatas seperti Pulau Lombok bagian timur dan Pulau Sumbawa bagian barat. Untuk daerah tersebut, armada distribusi ditambah dan jadwal pengiriman dimajukan.
“Kami juga berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan agen untuk memastikan penyaluran tepat sasaran,” tambah Taufiq. Masyarakat diimbau membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Stok Kosong?
Pertamina menyediakan layanan pengaduan melalui call center 135 atau aplikasi MyPertamina jika warga menemukan kelangkaan di lapangan. Tim akan merespons dalam waktu maksimal 2x24 jam untuk mengirimkan pasokan tambahan ke agen atau pangkalan yang dilaporkan kosong.
Selain itu, masyarakat bisa memantau ketersediaan stok melalui pangkalan resmi terdekat yang terdaftar di sistem Pertamina. “Jangan membeli di pengecer liar karena harganya bisa melonjak dan tabung tidak terjamin,” pesan Taufiq.