MATARAM — Data dari layanan pelacakan kapal berbasis Automatic Identification System (AIS) menunjukkan sinyal terakhir KMP Putri Yasmin diterima pada 12 Agustus 2026 pukul 07.51.14 WITA. Posisi tersebut berada di koordinat sekitar 8°55.517? Lintang Selatan dan 115°42.633? Bujur Timur, dengan kecepatan dua knot dan arah 193,9 derajat menuju Lembar.
Hingga hari keenam pascainsiden, halaman ShipFinder dan VesselFinder belum mencatat adanya transmisi data baru dari kapal beridentitas IMO 9037575 dan MMSI 525010084 tersebut. MyShipTracking bahkan menampilkan status "out of coverage" untuk kapal tersebut.
Pakar pelayaran menilai terhentinya jejak AIS belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kapal tenggelam atau hilang. Transponder AIS yang kehilangan daya, mengalami kerusakan akibat kebakaran, atau berada di luar jangkauan penerima darat dapat menyebabkan pembaruan posisi terhenti.
Dengan kata lain, titik koordinat terakhir yang tampil di aplikasi pelacakan publik tidak dapat dipastikan sebagai lokasi KMP Putri Yasmin saat ini. Informasi resmi mengenai penanganan fisik kapal pascakebakaran juga masih sangat terbatas.
Perkembangan resmi yang berjalan justru masih terpusat pada upaya pencarian empat orang yang belum ditemukan. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyebut tim gabungan telah mengerahkan pesawat udara CASSA NC212-200 milik TNI Angkatan Laut untuk memperluas area penyisiran.
"Pesawat CASSA U-6215 milik TNI AL ini sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu (16/8) siang, dan sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian sebelum landing di Bandara Ngurah Rai, Bali," kata Hariyadi.
Luas area pencarian yang disisir dari udara mencapai sekitar 3.650 nautical mile persegi di perairan selatan Pulau Jawa. Selain itu, operasi juga dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram dan penyisiran garis pantai oleh tim gabungan.
Empat orang yang masih dalam pencarian adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto. Operasi pencarian yang berakhir Senin (17/8/2026) sore itu dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi.
KMP Putri Yasmin terbakar di perairan sekitar Sekotong, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Sebanyak 212 orang tercatat telah dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar dan Padangbai. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Hingga kini, kepastian mengenai kondisi fisik kapal—apakah masih mengapung, hanyut, telah ditarik, atau kandas di lokasi lain—belum dapat dipastikan hanya dari data AIS publik. Informasi tersebut masih menunggu keterangan resmi dari otoritas pelabuhan maupun operator kapal.