Pencarian

Satu Tahun Iqbal–Dinda: NTB Transformasi Peternakan dari Hulu ke Hilir, Surplus Daging dan Telur Terjaga

Senin, 23 Februari 2026 • 12:28:03 WIB
Satu Tahun Iqbal–Dinda: NTB Transformasi Peternakan dari Hulu ke Hilir, Surplus Daging dan Telur Terjaga
Gubernur Iqbal dan Wakil Gubernur Dinda rayakan satu tahun kepemimpinan dengan transformasi peternakan NTB yang signifikan.

MATARAM – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Iqbal dan Wakil Gubernur Dinda, sub sektor peternakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan rapor hijau. Tidak hanya sukses menjaga status sebagai penyedia utama protein hewani nasional, NTB kini resmi memulai era Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang diproyeksikan menjadi motor baru ekonomi daerah.

Pencapaian ini didukung oleh modal ekologis NTB yang luar biasa, dengan luas lahan pakan mencapai 1,69 juta hektare yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

1. Kinerja Produksi: NTB Alami Surplus Masif

Sepanjang tahun 2025, NTB berhasil melampaui target kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri. Peningkatan produksi terjadi secara merata baik di sektor ruminansia maupun unggas.

KomoditasProduksi 2025KebutuhanStatusPertumbuhan
Daging Ruminansia15.366,1 Ton13.687,8 TonSurplus 1.678 Ton+ 5,7%
Daging Unggas57.998,4 Ton55.553,0 TonSurplus 1.860 Ton+ 3,3%
Telur57.506,4 Ton-Surplus Terjaga+ 1,86%

Peningkatan ini juga ditopang oleh kenaikan populasi ayam buras sebesar 4% dan lonjakan populasi puyuh hingga 14%.


2. Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa

Menjawab tantangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pertumbuhan ekonomi, duet Iqbal–Dinda meluncurkan Klaster Industri Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa. Program ini memindahkan fokus NTB dari sekadar produksi primer ke industri bernilai tambah.

Komponen Klaster Industri:

Breeding ayam pedaging dan petelur.

Pabrik pakan ayam mandiri.

Rumah Potong Unggas (RPU) modern.

Unit Pengolahan: Pabrik sosis, nugget, hingga tepung telur.

Setiap klaster ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal, sekaligus memangkas biaya logistik pakan yang selama ini menjadi kendala peternak.


3. Kesehatan Hewan: 100% Wilayah Bebas PHMS

Keamanan pangan menjadi prioritas mutlak. Pada 2025, NTB mencatat sejarah dengan 100% wilayah terkendali dari Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Pemerintah telah memperkuat infrastruktur kesehatan dengan pengadaan alat PCR mandiri, sehingga deteksi penyakit seperti PMK tidak lagi perlu mengirim sampel ke luar provinsi. Hasilnya, kepercayaan pasar terhadap ternak asal NTB meningkat drastis.

4. Tata Niaga dan Tol Laut: Lonjakan 455%

Pemanfaatan Kapal Ternak (Tol Laut) di bawah kepemimpinan Iqbal–Dinda mengalami kenaikan fantastis sebesar 455,95% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan 17 voyage (perjalanan) rute Bima menuju Jakarta, Gorontalo, dan Kalimantan, jalur distribusi ternak NTB kini jauh lebih efisien. Hal ini memastikan harga di tingkat peternak tetap kompetitif dan pasokan nasional tetap terjaga.


5. Populasi Sapi: Keberhasilan "Nol Kasus" Betina Produktif

Sebagai lumbung sapi nomor empat nasional, populasi sapi NTB tahun 2025 mencapai 1,34 juta ekor (+2,44%). Prestasi paling krusial adalah tercapainya nol kasus pemotongan betina produktif, sebuah langkah tegas untuk menjamin keberlanjutan populasi sapi di masa depan.

"Peternakan hari ini bukan lagi sekadar soal kandang, tetapi tentang industri, lapangan kerja, dan ketahanan pangan rakyat," tulis laporan Kominfotik NTB, Senin (23/2/2026).

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks