MATARAM — Balai Bahasa Provinsi NTB menggandeng Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Lombok Timur untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi pelajar setingkat SMA/SMK. Bimtek yang berlangsung di Aula Dinas Dikpora Lombok Timur ini diikuti 200 siswa dan 20 guru pendamping dari berbagai sekolah menengah di wilayah tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Lombok Timur, Supriadi, saat membuka acara menekankan urgensi kecakapan ini di tengah derasnya arus informasi digital. “Di tengah banjir informasi saat ini, kemampuan membaca kritis bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa siswa harus mampu memilah, menganalisis, dan mengevaluasi informasi sebelum menerimanya sebagai kebenaran.
Bekal Teknis: dari Analisis Argumen hingga Bedah Hoaks
Ketua Tim Pelaksana Bimtek dari Balai Bahasa NTB, Hartanto, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan strategi membaca analitis. Teknik yang diajarkan mencakup identifikasi bias informasi, analisis argumen dan bukti dalam teks, hingga simulasi bedah artikel dan studi kasus hoaks.
“Peserta akan mengikuti sesi interaktif yang dipandu oleh fasilitator berkompeten, termasuk simulasi bedah artikel, studi kasus hoaks, dan presentasi kelompok,” jelas Hartanto. Targetnya, kata dia, siswa mampu menerapkan keterampilan ini dalam pembelajaran sehari-hari dan kehidupan bermasyarakat.
Metode Student-Centered Learning dan Kolaborasi Media Lokal
Bimtek ini menggunakan metode pembelajaran aktif dengan pendekatan student-centered learning. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar membaca kritis, teknik analisis argumen, literasi digital dan deteksi misinformasi, serta strategi menyampaikan pendapat secara logis dan santun.
Untuk memastikan materi relevan dengan konteks kekinian, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II berkolaborasi dengan praktisi literasi, akademisi, dan perwakilan media lokal. Keterlibatan media lokal dinilai penting untuk memberikan perspektif langsung tentang cara kerja verifikasi informasi di lapangan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Mei 2026. Rangkaian penutup akan diisi dengan presentasi hasil diskusi kelompok dan rencana tindak lanjut dari masing-masing sekolah peserta, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan budaya literasi kritis di Lombok Timur.