NUSA TENGGARA BARAT — Pertemuan antara Prabowo dan Macron menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif. Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan langsung Macron dalam mempercepat implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA).
Dukungan Langsung Macron Percepat IEU-CEPA
Prabowo menekankan bahwa percepatan IEU-CEPA menjadi salah satu agenda utama yang dibahas. Ia menyebut dukungan Presiden Prancis sangat krusial untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di Eropa.
“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu penting. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” ujar Prabowo dalam pernyataan pers setelah pertemuan.
Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi
Kedua pemimpin sepakat membentuk France–Indonesia High Level Business Council. Dewan ini diharapkan menjadi jembatan bagi perusahaan Prancis untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di sektor energi bersih dan teknologi.
Prabowo optimistis kehadiran investor Prancis akan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri. “Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuhnya.
Kerja Sama Pertahanan dan Stabilitas Kawasan
Isu pertahanan juga menjadi sorotan dalam pertemuan bilateral ini. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sama dalam menjaga perdamaian global di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
“Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketegangan, kedua negara kita bisa memainkan peranan positif. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapapun,” tegasnya.
Sikap Tegas RI soal Palestina dan Timur Tengah
Dalam isu global, kedua pemimpin membahas stabilitas kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung terhadap energi dunia dan rantai pasok global. Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian Palestina.
“Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-Prancis tidak hanya berfokus pada kepentingan bilateral, tetapi juga kontribusi bersama dalam arsitektur keamanan global. Kedua negara sepakat untuk terus memperkuat kerja sama di bidang riset, pendidikan, dan sains sebagai fondasi jangka panjang kemitraan ini.