Pencarian

Google Labs Rilis Dreambeans, Aplikasi yang Sajikan Cerita Harian Personal dari Data Gmail, Kalender, dan YouTube

Kamis, 04 Juni 2026 • 01:00:01 WIB
Google Labs Rilis Dreambeans, Aplikasi yang Sajikan Cerita Harian Personal dari Data Gmail, Kalender, dan YouTube
Google Labs meluncurkan Dreambeans, aplikasi cerita harian personal berbasis data Gmail dan Kalender.

Dreambeans tersedia mulai hari ini untuk pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat, baik di Android maupun iOS. Pengguna lain bisa mendaftar lewat formulir Google Forms untuk masuk daftar tunggu. Google menyebut aplikasi ini lahir dari laboratorium eksperimental mereka — divisi yang sebelumnya melahirkan fitur "CC" yang kini menjelma menjadi Daily Brief di aplikasi Gemini.

Bagaimana Dreambeans Bisa Tahu Teman Datang dan Anjing Butuh Latihan?

Dreambeans mengakses Gmail, Google Calendar, Google Photos, YouTube, dan riwayat pencarian pengguna. Saat penyetelan awal, pengguna bisa memilih aplikasi mana yang ingin dihubungkan. Google menegaskan bahwa pilihan di Dreambeans tidak akan memengaruhi pengaturan Personal Intelligence di produk Google lainnya.

Dalam contoh yang diberikan Google, aplikasi ini membaca konfirmasi pengiriman camilan anjing dari Gmail — lalu menampilkan tips pelatihan menggunakan camilan tersebut. Jika ada pengingat Kalender tentang kedatangan teman, Dreambeans otomatis merekomendasikan restoran ramah anjing di sekitar lokasi pengguna.

Ilustrasi Unik dan Fitur Chat untuk Eksplorasi Lebih Dalam

Setiap cerita di Dreambeans dilengkapi ilustrasi buatan Nano Banana 2 — gambar yang mencerminkan orang dan tempat yang sering dikunjungi pengguna. Tampilannya penuh layar, mirip antarmuka Stories. Jika pengguna ingin tahu lebih banyak, mereka bisa masuk ke mode chat untuk bertanya langsung ke Dreambeans. Sistem ini akan mencari informasi tambahan dari web, seperti lokasi taman anjing terdekat atau jadwal kelas pelatihan.

Cerita favorit bisa disimpan ke perpustakaan pribadi dan diakses kapan saja. Google menjelaskan filosofi di balik nama aplikasi ini: "dream" merujuk pada cara aplikasi bekerja di malam hari untuk mencari makna dari tumpukan konten di berbagai aplikasi, lalu menyaringnya menjadi "beans" — kumpulan cerita segar yang diseduh setiap pagi untuk pengguna.

Uji Coba Terbatas, Tapi Potensi Integrasi ke Produk Google Lain

Dreambeans masih dalam tahap eksperimental dan hanya bisa diakses oleh pelanggan Google AI Ultra di AS. Namun, langkah ini menunjukkan arah baru Google dalam memanfaatkan data personal untuk pengalaman yang lebih kontekstual. Jika sukses, bukan tidak mungkin fitur serap akan muncul di aplikasi utama Google — mirip dengan bagaimana "CC" dari Google Labs bertransformasi menjadi Daily Brief di Gemini.

Bagi pengguna di Indonesia, aplikasi semacam ini masih jauh dari jangkauan. Google AI Ultra sendiri belum resmi tersedia di pasar lokal. Tapi pola yang diusung Dreambeans — asisten yang tidak sekadar menjawab pertanyaan, tapi meracik informasi secara proaktif — bisa menjadi gambaran masa depan layanan personalisasi Google secara global.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks