NUSA TENGGARA BARAT — Proyek konstruksi jalur bawah tanah MRT Jakarta Fase 2 terus menunjukkan progres signifikan. Kali ini, Hutama Karya dan SMCC berhasil menorehkan rekor keselamatan kerja dengan akumulasi 10 juta jam kerja tanpa satu pun insiden yang menyebabkan hilangnya hari kerja (Lost Time Injury).
Topping Off Gedung DJKN Jadi Penanda
Momen tersebut dirangkai dengan prosesi topping off Gedung DJKN. Pekerjaan struktur utama ditandai dengan pengecoran beton terakhir di area rooftop dan peluncuran banner pada tower crane di Entrance-3. Selesainya struktur gedung ini menjadi langkah krusial menuju tahap pekerjaan berikutnya di paket kontrak CP203.
Pekerjaan yang berada di kawasan Stasiun Kota, Jakarta, ini memang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kepadatan lalu lintas dan utilitas bawah tanah yang kompleks menuntut disiplin K3 yang ketat. Pencapaian 10 juta jam kerja selamat membuktikan bahwa prosedur keselamatan berjalan efektif di lapangan.
Target Tepat Waktu untuk HUT ke-500 Jakarta
Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 tidak hanya mengejar target keselamatan, tetapi juga tenggat waktu penyelesaian. Pemerintah menargetkan proyek ini rampung dan beroperasi mendukung perayaan HUT ke-500 Kota Jakarta pada Juni 2027. Dengan rampungnya struktur utama Gedung DJKN, pekerjaan kini berfokus pada penyelesaian jalur bawah tanah dan stasiun.
Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum ini. Perusahaan akan terus menerapkan standar K3 tertinggi hingga proyek selesai. Bagi warga Jakarta, proyek ini diharapkan menjadi solusi transportasi massal yang lebih modern dan mengurangi kemacetan di koridor utara-selatan ibu kota.