NUSA TENGGARA BARAT — Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92) membuat sebagian pemotor mulai melirik Pertalite (RON 90) yang harganya masih dijaga pemerintah lewat subsidi. Namun, Yamaha meminta konsumen tidak serta-merta melakukan perpindahan ini tanpa mengecek kompresi mesin kendaraannya.
Rasio Kompresi Jadi Penentu Utama
Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifkie Maulana, menegaskan bahwa setiap motor memiliki spesifikasi mesin yang berbeda. Menurunkan RON bensin harus mengacu pada rekomendasi pabrikan, bukan sekadar karena harga lebih murah.
"Kalau secara spek kan tidak semuanya sama. Mesti dilihat dulu dari spesifikasinya, tergantung jenis kompresinya," kata Rifkie di Jakarta, Minggu (21/6).
Berdasarkan data dari Pertamina, Pertalite RON 90 ideal untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Sementara Pertamax RON 92 cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1. Jika rasio kompresi motor lebih tinggi dari batas tersebut, penggunaan Pertalite bisa memicu knocking atau pembakaran tidak sempurna.
Motor Yamaha 125 cc Masih Aman Pakai Pertalite
Kabar baiknya, sebagian besar motor Yamaha dengan dapur pacu 125 cc masih masuk kategori aman. Rifkie menyebut lini seperti Gear, Freego, X-Ride, Mio M3, Fino 125, Jupiter Z1, hingga Vega Force tetap cocok menggunakan Pertalite.
"Makanya kalau saya pikir (mesin 125 cc) masih friendly," ujarnya.
Meski demikian, pemilik motor Yamaha dengan kapasitas mesin lebih besar atau rasio kompresi di atas 11:1 tetap disarankan menggunakan Pertamax atau BBM dengan RON setara. Informasi rasio kompresi biasanya tercantum di buku pedoman pemilik atau stiker di bagian dalam tangki bensin.
Dampak Langsung pada Performa Harian
Penggunaan BBM yang tidak sesuai rasio kompresi tidak hanya bikin mesin brebet. Dalam jangka panjang, endapan karbon di ruang bakar bisa menumpuk lebih cepat, tenaga motor terasa tarikan atasnya hilang, dan konsumsi BBM justru bisa lebih boros karena ECU harus terus mengoreksi waktu pengapian.
Bagi pemilik motor yang sudah terlanjur mengisi Pertalite dan merasakan gejala seperti mesin kasar atau sulit dihidupkan, disarankan segera menguras tangki dan mengganti dengan BBM sesuai spesifikasi. Jangan menunggu hingga kerusakan terjadi pada komponen piston atau klep.