Pencarian

Reed Jobs Bawa Yosemite Genjot Riset Kanker dengan AI, Target Dana Rp 5,6 Triliun

Minggu, 12 Juli 2026 • 10:24:31 WIB
Reed Jobs Bawa Yosemite Genjot Riset Kanker dengan AI, Target Dana Rp 5,6 Triliun
Reed Jobs memimpin Yosemite dengan fokus riset kanker berbasis AI dan target pendanaan Rp 5,6 triliun.

NUSA TENGGARA BARAT — Reed Jobs tidak ingin terus-menerus membahas nama besar keluarganya. Dalam sesi wawancara bersama TechCrunch, ia lebih antusias membicarakan Yosemite, firma ventura onkologi yang ia dirikan pada 2023. Kini, Yosemite memiliki 17 anggota tim dan mulai memanfaatkan AI secara masif dalam penemuan obat serta desain uji klinis.

Pendekatan Hibrida: Filantropi dan Investasi

Yosemite mengincar dana segar sebesar 350 juta dolar AS (sekitar Rp 5,6 triliun) untuk putaran kedua pendanaannya. Hingga awal tahun ini, penutupan pertama dana tersebut telah diumumkan.

Jobs menjelaskan, sekitar sepertiga dari dana itu akan digunakan untuk membangun perusahaan dari nol, baik dari ide internal maupun kolaborasi dengan akademisi di Yale, Berkeley, dan Stanford. Sisanya akan dialokasikan untuk bergabung dengan perusahaan rintisan milik pihak lain.

Yang membedakan Yosemite adalah penggunaan dana filantropi tanpa ikatan. Sebanyak 2,5 persen dari asul kelola dana disalurkan ke donor-advised fund, ditambah 1 juta dolar AS per tahun dari biaya manajemen. "Kami menggunakan sedikit filantropi untuk meredam risiko ide-ide awal di laboratorium universitas," kata Jobs.

Dua Perusahaan Portofolio yang Paling Dibanggakan

Jobs menyebut dua perusahaan dalam portofolionya yang paling ia banggakan. Pertama, Azalea, yang lahir dari hibah ke laboratorium Jennifer Doudna dan kini sudah memasuki tahap klinis. Kedua, Quarry, perusahaan yang dibangun bersama pendiri serial Craig Crews.

Quarry mengembangkan pendekatan terapi baru bernama induced proximity. Alih-alih memblokir protein penyebab penyakit secara langsung, obat ini "menyeret" protein tersebut ke sistem pemecahan sel alami tubuh. Pendekatan ini disebut Jobs sebagai terobosan potensial dalam onkologi.

AI Jadi "Bagian Besar" dari Operasional Yosemite

Ketika pertama kali diwawancarai TechCrunch tiga tahun lalu, Yosemite masih sangat baru dan industri biotek tengah terpuruk pasca-pandemi. Kini, situasinya berbanding terbalik.

"Saya tidak menyangka Yosemite akan bergerak secepat ini," ujar Jobs. Ia menambahkan bahwa AI telah berubah dari sekadar keingintahuan menjadi bagian besar dari apa yang dilakukan perusahaannya, baik dalam penemuan obat maupun perancangan uji klinis.

Faktor eksternal juga turut mendorong akselerasi ini. Suku bunga yang lebih rendah, rekor kas farmasi dari masa pandemi, serta gelombang paten obat blockbuster yang habis masa lindungnya dalam waktu berdekatan menciptakan peluang akuisisi besar-besaran.

Peluang dari Paten Kedaluwarsa dan Terobosan Klinis

Jobs mencontohkan kesuksesan Eli Lilly yang mengakuisisi Kelonia senilai 7 miliar dolar AS. Ia juga menyebut Revolution Medicines yang berhasil menggandakan tingkat ketahanan hidup pasien kanker pankreas — dari 12 bulan menjadi 24 bulan — dengan menargetkan gen KRAS, yang selama ini dianggap hampir mustahil dihambat.

"Itu baru terjadi dalam setahun terakhir," kata Jobs. Menurutnya, momen ini adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Tekanan Federal Masih Ada, Tapi Berkurang

Meski sempat khawatir dengan usulan pemotongan dana National Institutes of Health (NIH) tahun lalu, Jobs menilai ancaman jangka panjangnya kini lebih kecil. "Tekanan dari pemerintah federal masih ada, tapi tidak separah sebelumnya," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks