MATARAM — Sebanyak 4.860 atlet dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat mulai bertanding pada Porprov NTB 2026 yang resmi dibuka, Kamis (16/7/2026). Ajang ini mempertandingkan 51 cabang olahraga dengan total 758 nomor pertandingan yang tersebar di enam daerah: Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Porprov kali ini bukan sekadar kompetisi antar-daerah, melainkan panggung seleksi besar menuju PON 2028. Targetnya, NTB mampu masuk lima besar nasional dengan raihan sekitar 60 medali emas.
Standar PON Diterapkan Mulai dari Pendaftaran Online
Mori menjelaskan, seluruh sistem penyelenggaraan Porprov tahun ini sudah mengadopsi standar PON. Pendaftaran atlet, misalnya, kini dilakukan secara daring dan tidak lagi manual.
“Ini kami lakukan sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028 yang juga akan menggunakan sistem serupa,” kata Mori dalam konferensi pers di Mataram, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, bukan hanya atlet yang dipersiapkan. Panitia pelaksana, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, pelatih, hingga perangkat pertandingan juga harus memiliki pengalaman menghadapi standar penyelenggaraan nasional.
Tiga Cabang Ekshibisi: Padel, Squash, dan Teqball
Dari 51 cabang yang dipertandingkan, tiga di antaranya berstatus ekshibisi: padel, squash, dan teqball. Mori mengatakan status ini diberikan karena ketiga cabang belum pernah dipertandingkan pada Porprov sebelumnya.
“Cabang-cabang yang nantinya dipertandingkan di PON tetapi belum pernah ikut Porprov tetap kami dorong tampil melalui ekshibisi supaya mereka memiliki pengalaman kompetisi,” ujarnya.
Sejumlah cabang sudah memulai pertandingan lebih awal sejak 12 Juli, termasuk aeromodeling, sepak takraw, sepak bola, drumband, dan gateball. Cabang aeromodeling bahkan telah menyelesaikan pertandingan dan menyerahkan 15 medali.
Anggaran Rp 14 Miliar, Sponsor Tutupi Kekurangan APBD
Total kebutuhan anggaran penyelenggaraan Porprov mencapai sekitar Rp 14 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 8,8 miliar berasal dari APBD, sisanya dipenuhi dari sponsor.
PT Amman Mineral Indonesia memberikan dukungan Rp 1 miliar, Bank NTB Syariah Rp 500 juta, dan PT Damri menyediakan belasan bus operasional tanpa biaya sewa. Dukungan lain datang dari Angkasa Pura, ASDP, Hotel Grand Madani, hingga Sanggar Tari Surya Mulawarman.
“Kami menerapkan prinsip transparansi. Bantuan sponsor dipisahkan dengan anggaran APBD sehingga tidak terjadi pembiayaan ganda. Pola ini sudah kami lakukan saat PON Aceh-Sumut dan akan terus kami pertahankan,” kata Mori.
Perputaran Ekonomi Diproyeksikan Tembus Rp 100 Miliar
KONI NTB memperkirakan Porprov tahun ini akan menghasilkan perputaran ekonomi minimal Rp 100 miliar, naik dua kali lipat dari edisi sebelumnya yang hanya Rp 50 miliar. Sekitar 4.200 kamar hotel dipakai selama penyelenggaraan, dengan nilai perputaran dari sektor perhotelan saja mencapai hampir Rp 10 miliar.
Akumulasi penonton seluruh pertandingan diproyeksikan melampaui 150 ribu orang, terutama pada cabang favorit seperti sepak bola, bola voli, bola basket, dan cabang bela diri. Seluruh pertandingan dapat disaksikan masyarakat tanpa dipungut biaya.
Hasil Porprov Jadi Dasar Program Pelatihan Dua Tahun
Mori menegaskan, KONI bersama Pemerintah Provinsi NTB akan mengevaluasi kesiapan seluruh cabang olahraga, mulai dari organisasi, pembinaan atlet, hingga kualitas pelatih. Cabang yang dinilai belum siap tidak otomatis diikutsertakan pada PON meskipun NTB menjadi tuan rumah bersama.
“Kami ingin tampil kompetitif. Target kami masuk lima besar nasional dengan sekitar 60 medali emas. Karena itu hasil Porprov akan menjadi dasar pembentukan program pelatihan jangka panjang selama dua tahun bagi atlet-atlet,” pungkasnya.