Pencarian

Kunjungan Jensen Huang ke Tokyo Bikin Jepang Siapkan Pabrik AI Nasional dan Robot 10 Juta Unit

Senin, 20 Juli 2026 • 11:16:01 WIB
Kunjungan Jensen Huang ke Tokyo Bikin Jepang Siapkan Pabrik AI Nasional dan Robot 10 Juta Unit
CEO Nvidia Jensen Huang bertemu dengan pejabat Jepang untuk membahas pengembangan pabrik AI nasional dan produksi 10 juta unit robot pada 2040.

NUSA TENGGARA BARAT — Jepang serius mengejar ketertinggalan di era kecerdasan buatan. Dalam kunjungan dua hari CEO Nvidia Jensen Huang ke Tokyo pada 15-16 Juli lalu, pemerintah Jepang bersama 44 perusahaan domestik meluncurkan inisiatif bernama Noetra — proyek AI berdaulat yang dibangun di atas infrastruktur Nvidia.

Apa Itu Noetra dan Mengapa Jepang Membutuhkannya?

Noetra adalah konsorsium yang digawangi SoftBank, Sony, NEC, dan Honda. Pemerintah Jepang mengalokasikan hingga 1 triliun yen (sekitar Rp 103 triliun) selama lima tahun untuk membangun "physical AI" — model AI yang dirancang khusus mengendalikan robot, kendaraan, dan lantai pabrik.

Jepang tidak ingin bergantung pada AI buatan Amerika atau China untuk menjalankan industri strategisnya. "Mereka ingin memiliki otak perangkat lunaknya sendiri," tulis laporan yang dikutip dalam bahan artikel. Namun, perangkat kerasnya tetap bergantung pada Nvidia.

Pabrik AI Rubin: Pusat Data Raksasa dengan 27.500 GPU

Nvidia akan membangun "Vera Rubin AI Factory" — pusat data masif yang menggunakan chip generasi terbaru. Spesifikasinya: 13.750 CPU Vera dan 27.500 GPU Rubin dengan daya total 140 megawatt. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada 2028.

Noetra akan mengawasi pembangunan pusat data ini dalam tiga tahap: model penalaran (reasoning) berbahasa Jepang pada 2026, model omnimodal (teks, gambar, video, audio) pada 2028, dan "Real-world Native AI" untuk robot pada 2030.

Robot Jepang Bersatu di Bawah Cosmos

Selain Noetra, Nvidia juga mengamankan dukungan dari hampir semua pemain robotik Jepang. Fanuc, Yaskawa, Kawasaki Heavy, Fujitsu, Hitachi, NEC, Sony, SoftBank, Kubota, dan asosiasi robotik AIRoA berkomitmen membangun sistem berbasis Cosmos — model AI open-source Nvidia yang diumumkan pada Mei lalu.

Di Tokyo, Huang memperkenalkan Cosmos 3 Edge, versi model yang bisa berjalan langsung di chip Jetson Thor di dalam robot. Beberapa perusahaan seperti Honda R&D dan Omron sudah mulai menguji sistem kendali bersama (shared control system).

"Perbatasan AI berikutnya ada di dunia fisik, dan ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi bagi Jepang," kata Huang dalam pernyataan resmi perusahaan.

Toyota dan Mobil Masa Depan

Toyota, yang sudah menggunakan chip Nvidia di berbagai lini produknya, berkomitmen penuh. Pada CES Januari 2025, Toyota mengumumkan kendaraan generasi barunya akan menggunakan platform Drive Nvidia. Kini kerja sama diperluas ke simulasi lini produksi, perangkat lunak kendaraan, dan sistem pembacaan lalu lintas jalan raya.

Pendekatan Toyota lebih konservatif dibanding Waymo atau Tesla. Mobil Toyota akan mengandalkan advanced driver assistance yang masih membutuhkan pengemudi manusia, bukan sistem otonom penuh.

Dampak ke Industri: 10 Juta Robot pada 2040

Kunjungan Huang menempatkan physical AI sebagai inti strategi industri Jepang. Negara dengan populasi menua dan tenaga kerja menyusut ini menargetkan 10 juta robot berkemampuan AI di 18 sektor pada 2040. Total investasi publik dan swasta mencapai 65 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.072 triliun).

Strategi AI Robotics Jepang yang dirilis Maret lalu juga menargetkan penguasaan lebih dari 30 persen pasar robotik AI global pada 2040 — pasar yang diperkirakan bernilai 20 triliun yen (sekitar Rp 2.066 triliun). Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) mendanai model fondasi domestik untuk menjalankan mesin-mesin tersebut.

Motif Kedaulatan Digital di Balik Kerja Sama Ini

Di balik alasan industrial, ada motif geopolitik. Amerika Serikat dan China sudah unggul dalam AI skala besar. Tokyo ingin memiliki data sendiri, komputasi sendiri, dan ketergantungan yang lebih kecil pada infrastruktur asing.

Huang muncul pada 16 Juli bersama Menteri Perdagangan Ryosei Akazawa dalam peluncuran physical AI pemerintah. Perdana Menteri Sanae Takaichi bergabung melalui video. Pemerintahan Takaichi menjadikan AI dan semikonduktor sebagai pusat rencana pertumbuhan yang mengejar 370 triliun yen (sekitar Rp 38.000 triliun) investasi publik dan swasta pada 2040.

Pabrik Noetra yang dibangun Nvidia disebut sebagai "infrastruktur AI nasional pertama di dunia". Bagi konsumen teknologi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena bisa mempercepat adopsi robotika dan AI di kawasan Asia — termasuk potensi masuknya produk-produk berbasis teknologi ini ke pasar Tanah Air dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks