MATARAM — Rapat yang digelar pukul 09.00 Wita itu difokuskan untuk mematangkan rangkaian kegiatan lapangan. Mulai dari tatap muka bersama tokoh masyarakat, sambang warga, pemberian sarana kontak, pemusnahan barang bukti narkoba, penyerahan senjata api dari warga, hingga penguatan kemitraan.
Mengapa Pendekatan Humanis Jadi Prioritas?
Brigjen Pol. Hari Nugroho menegaskan bahwa pendekatan humanis akan menjadi prioritas selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. “Kami ingin membangun komunikasi yang semakin kuat bersama tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga. Sinergi seperti ini menjadi kunci menjaga keamanan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. “Kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif. Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh komponen warga akan memperkuat stabilitas keamanan di Bima, Kota Bima, dan Dompu,” katanya.
Rangkaian Agenda dan Kesiapan Personel
Dalam rapat tersebut, pihaknya juga membahas kesiapan personel, pola pengamanan, serta pembagian tugas. Teknis pelaksanaan setiap agenda dibahas secara rinci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Diharapkan pendekatan preventif dan dialogis mampu memperkuat kepercayaan publik, sekaligus meminimalisasi gangguan kamtibmas di wilayah Bima Raya dan Dompu,” ucap Brigjen Pol. Hari Nugroho.
Apa yang Membuat Wilayah Bima dan Dompu Jadi Fokus?
Wilayah Bima Raya dan Dompu selama ini menjadi perhatian aparat keamanan karena dinamika sosialnya yang kompleks. Dengan strategi cooling system ini, Polda NTB berupaya meredam potensi konflik sejak dini melalui dialog dan kemitraan dengan masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di daerah. Pendekatan preventif dan humanis dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif dalam menjaga stabilitas keamanan jangka panjang.