AMLAPURA — Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran KMP Putri Yasmin untuk mengantisipasi adanya korban lain yang belum ditemukan. Kapal yang mengangkut penumpang dan kendaraan itu dilaporkan terbakar sekitar pukul 04.15 WITA, atau setelah menempuh perjalanan dua jam dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.
Asap tebal mengepul diduga berasal dari bagian mesin depan hingga belakang kapal. Kepanikan tak terhindarkan di atas kapal. Sebagian penumpang terpaksa mengenakan pelampung dan terjun ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Kronologi: Baru 10 Mil dari Pelabuhan Lembar saat Terbakar
KMP Putri Yasmin berangkat dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, kapal mengalami kebakaran saat berada di jarak sekitar 10 mil dari Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Padahal, perjalanan diperkirakan tinggal menyisakan waktu sekitar satu jam lagi untuk tiba di tujuan.
Sejumlah kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian langsung bergerak memberikan bantuan. Evakuasi dilakukan oleh KMP Fort Link II, kapal TNI AL, dua kapal yacht, serta kapal Basarnas Mataram.
Sebanyak 165 Orang Dievakuasi dari Laut
Hingga siang kemarin, total 165 orang berhasil dievakuasi dari laut oleh kapal-kapal yang membantu. Rinciannya, KMP Fort Link II yang dinakhodai Arliansyah mengevakuasi 35 penumpang termasuk lima anak-anak. Kapal TNI AL mengamankan 18 orang, dua kapal yacht menyelamatkan 53 orang, dan kapal Basarnas Mataram mengevakuasi 59 orang.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan timnya masih dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan kru kapal mendapatkan penanganan medis serta evakuasi yang cepat dan optimal.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi," ujar Hariyadi dalam keterangan resminya, Rabu (12/8).
Penumpang Selamat Dipulangkan Gratis dari Pelabuhan Padangbai
Sebanyak 35 penumpang yang dievakuasi KMP Fort Link II dibawa ke ruang tunggu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Mereka diistirahatkan dan sebagian menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis pelabuhan yang dikoordinasikan dr Andrika.
Setelah dinyatakan sehat, para penumpang diberikan makanan sebelum dipulangkan secara gratis. Pihak pelabuhan bahkan mengantar penumpang hingga ke rumah masing-masing. Sementara penumpang lainnya dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB.
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Heri Wiyanto, mengatakan perkembangan data penumpang dilaporkan setiap dua jam. "Sementara, data yang masuk 35 penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai dan telah dipulangkan," jelas Heri.
Unsur SAR Gabungan Dikerahkan untuk Penyisiran
Dalam proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alat utama, antara lain KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta Kapal Yacht "No Comment" dan "Still Here". Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) juga diterjunkan ke lokasi kejadian.
Unsur yang terlibat berasal dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, dan instansi terkait lainnya.