MATARAM — Sebanyak 1.443 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari. Mereka berasal dari Program Pascasarjana, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), serta sejumlah fakultas lainnya di lingkungan kampus tersebut.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., mengingatkan para lulusan bahwa dunia setelah kampus akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks. Ijazah dan gelar akademik yang baru diraih tidak lantas menjadi alasan untuk berhenti memperbarui ilmu pengetahuan.
Pesan Rektor: "Menjadi Pelajar adalah Tentang Masa Lalu"
Menurut Prof. Masnun, para alumni harus terus mengasah kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan memberikan solusi atas persoalan di sekitarnya. Ia menekankan bahwa status sebagai pelajar memang berkaitan dengan masa lalu, tetapi menjadi pembelajar adalah tuntunan hidup untuk masa depan.
"Menjadi pelajar adalah tentang masa lalu, sedangkan menjadi pembelajar adalah tuntunan hidup masa depan dan sepanjang hayat," pesannya di hadapan para wisudawan.
Keberhasilan Alumni Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
Prof. Masnun juga berpesan agar seluruh alumni membawa nilai-nilai keilmuan dan keislaman yang diperoleh selama menempuh studi ke tengah masyarakat. Ia menilai keberhasilan seorang alumni tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi semata.
Seberapa besar ilmu dan kompetensi yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar menjadi tolok ukur yang tidak kalah penting. Ribuan orang tua dan keluarga yang hadir mendampingi para wisudawan menjadi saksi atas perjuangan panjang mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Orasi Ilmiah Anggota DPR RI Soal Pengelolaan Dana Haji
Prosesi wisuda kali ini turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Nanang Samodra, K.A., M.Sc. Dalam orasi ilmiahnya, ia membahas manajemen Dana Umat dan upaya merawat masa depan ibadah, khususnya terkait analisis keberlanjutan pengelolaan keuangan haji di Indonesia.
Nanang Samodra menekankan pentingnya pengelolaan dana umat secara amanah, profesional, dan produktif. Orientasi utamanya harus tertuju pada kemaslahatan serta kesejahteraan masyarakat luas, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.