MATARAM — Tujuh gunung api di Indonesia kini berada di bawah pengawasan ketat Badan Geologi setelah serangkaian erupsi terjadi dalam sepekan terakhir. Dari jumlah tersebut, lima gunung menunjukkan aktivitas letusan yang menonjol, sementara Gunung Rinjani di Lombok belum mencatatkan erupsi namun tetap berstatus Waspada.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kelima gunung yang mengalami erupsi beruntun itu adalah Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Semeru di Jawa Timur, serta Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aktivitas Erupsi yang Mendominasi Sepekan Terakhir
Gunung Anak Krakatau menjadi yang paling aktif dengan 22 kali letusan tercatat pada Selasa (25/8/2026) periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Kolom erupsi teramati setinggi 200 hingga 400 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga hitam.
Status Siaga atau Level III masih berlaku untuk Anak Krakatau. PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat maupun wisatawan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Di Maluku Utara, Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali meletus dengan kolom abu vulkanik mencapai 1.000 meter di atas puncak. Sehari sebelumnya, erupsi serupa juga terekam dengan kolom abu sekitar 800 meter.
Semeru dan Dua Gunung di NTT Masih Berstatus Siaga
Gunung Semeru di Jawa Timur juga tak kalah aktif. Pada Selasa (25/8/2026) pukul 06.40 WIB, erupsi terekam dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak, amplitudo maksimum 22 milimeter, dan durasi 93 detik. Sepanjang periode 13 hingga 19 Agustus 2026, PVMBG mencatat Semeru erupsi setiap hari dengan kolom abu hingga 1.200 meter.
Di NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur masih berada di Level III atau Siaga. Status itu diberlakukan Badan Geologi sejak terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Mei 2026.
Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok di Lembata menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas aliran lavanya. Pada 18 Agustus 2026, aliran lava bergerak hingga 1,2 kilometer ke arah selatan dari bibir kawah.
“Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, Gunung Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama aktivitas aliran lava,” kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan resminya, 19 Agustus 2026.
Zona Bahaya Rinjani: Radius 1,5 Kilometer dari Kawah Segara Anak
Berbeda dengan kelima gunung tersebut, Rinjani belum menunjukkan tanda-tanda erupsi. Meski begitu, status Waspada menandakan aktivitas vulkaniknya berada di atas tingkat normal dan tetap harus diwaspadai.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas atau mendekati kawasan dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama. Pusat aktivitas vulkanik Rinjani berada di kaldera Segara Anak, tempat Gunung Barujari beberapa kali menjadi pusat erupsi pada masa lalu.
Untuk perkembangan terkini, PVMBG meminta masyarakat mengikuti informasi resmi melalui kanal MAGMA Indonesia maupun kantor pos pengamatan gunung api setempat.