GIRI MENANG — Holiday Resort Lombok menggenjot praktik pariwisata berkelanjutan lewat dua lini yang saling terhubung: pengembangan Holtikultura Ecofarm dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Inisiatif ini tidak hanya menekan ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar, tetapi juga menutup siklus limbah operasional harian hotel.
Data internal resort menunjukkan produksi Ecofarm pada Juli 2026 mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun berjalan. Total nilai panen bulan lalu menyentuh Rp17.019.808, mengalahkan capaian Juni yang sebesar Rp12.145.808.
Produksi Juli Terbaik Sepanjang 2026, Kelapa Jadi Kontributor Utama
Lonjakan produksi bulan lalu didorong oleh panen kelapa yang mencapai 926 kilogram, setara nilai Rp9,26 juta. Komoditas ini menjadi penyumbang terbesar dibandingkan pepaya, okra, selada keriting, hingga tomat yang turut dibudidayakan di area Ecofarm.
Secara kumulatif, selama tujuh bulan pertama 2026, nilai produksi kebun tersebut telah menembus Rp86,8 juta. Fluktuasi produksi bulanan tercatat cukup dinamis—dari Rp12,3 juta pada Januari, sempat turun ke titik terendah Rp8 juta di Mei, lalu merangkak naik hingga puncaknya di Juli.
Sayuran segar yang dipanen langsung diserap untuk kebutuhan operasional dapur resort. Langkah ini secara langsung memangkas biaya logistik sekaligus menjamin kesegaran bahan baku bagi para tamu.
Volume Sampah Organik Naik 292 Persen, 85,7 Persen Disulap Jadi Kompos
Di sisi pengelolaan limbah, Holiday Resort Lombok mengumpulkan 1.136,65 kilogram sampah organik sepanjang Juli 2026, atau rata-rata 36,66 kilogram per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 974,50 kilogram berhasil dikomposkan sehingga tingkat pengomposan mencapai 85,7 persen.
Capaian ini menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Volume sampah organik yang dikelola melonjak sekitar 292,9 persen secara bulanan, sementara material yang berhasil dikomposkan meningkat 297,7 persen.
Kedua program ini dirancang sebagai satu kesatuan siklus. Sisa makanan dan limbah organik dari aktivitas hotel diolah menjadi kompos berkualitas, lalu dikembalikan ke lahan Ecofarm untuk memperbaiki struktur tanah dan menunjang pertumbuhan tanaman.
Target: Industri Perhotelan Lombok yang Lebih Hijau
Marketing Communication Manager Holiday Resort Lombok, Stevi Yasinta Sintia Dewi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.
"Melalui langkah-langkah yang konsisten dan terukur, Holiday Resort Lombok berharap dapat turut berkontribusi dalam membangun industri perhotelan dan pariwisata Lombok yang semakin hijau, bertanggung jawab, dan berkelanjutan," ujar Stevi.
Dengan semangat "Every Organic Waste is a Step Towards a Greener Future", manajemen resort berencana terus mengembangkan inisiatif pengurangan limbah serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab di seluruh lini operasional.