Di tengah tingginya angka pengangguran muda di NTB, Fatahillah menegaskan bahwa setiap perusahaan baru yang tumbuh otomatis akan merekrut pekerja baru. Proses ini, menurutnya, menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar dibandingkan aktivitas jual-beli saham yang manfaatnya lebih bersifat individual.
"Kalau pandangan pribadi saya, di tengah kondisi sekarang yang masih banyak anak muda belum bekerja, lebih baik kita membuka sektor riil. Dari sana lapangan pekerjaan bisa terbuka lebih luas," ujarnya kepada EkbisNTB.com.
Dampak Nyata Lewat Produksi dan Transaksi
Pengusaha properti asal Lombok ini menjelaskan, keunggulan utama bisnis riil adalah aktivitasnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Mulai dari proses produksi, distribusi barang, hingga transaksi jual-beli — semuanya berjalan nyata.
"Secara ekonomi dampaknya lebih terlihat. Ada proses belanja, transaksi, produksi, semuanya berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan," kata Fatahillah.
Tanggung Jawab Moral Pengusaha ke Masyarakat
Fatahillah menambahkan, pengusaha memiliki kewajiban moral untuk menularkan semangat kewirausahaan. Edukasi tentang dunia usaha dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja.
"Kita sebagai pengusaha punya tanggung jawab moral dan sosial untuk menyebarkan ilmu entrepreneur agar masyarakat terbuka wawasannya," tegasnya.
Pasar Modal Tetap Jadi Opsi, Tapi Beda Risiko
Meski lebih memilih sektor riil, Fatahillah tak menampik pasar modal bisa menjadi instrumen investasi. Namun ia mengingatkan, masyarakat harus memahami profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing sebelum terjun ke bursa saham.
"Semua ada risikonya. Kalau bermain di pasar modal tentu harus melihat portofolio dan memahami risikonya. Tapi bagi saya, membangun usaha adalah pilihan hidup," katanya.
Harapan: Lahirkan Lebih Banyak Pengusaha Baru
Fatahillah berharap semakin banyak anak muda NTB yang berani memulai usaha sendiri. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha baru, semakin besar peluang menekan angka pengangguran di daerah.
"Kalau perusahaan baru berkembang, otomatis dia akan merekrut lagi, merekrut lagi. Perputaran ekonomi juga akan semakin besar," pungkasnya.