Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Kurs di BCA-BNI-Bank Mandiri Kompak Melemah

Selasa, 02 Juni 2026 • 11:41:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Kurs di BCA-BNI-Bank Mandiri Kompak Melemah
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dolar AS pada awal Juni 2024.

NUSA TENGGARA BARAT — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal Juni. Pada pukul 09.38 WIB, mata uang Garuda tercatat berada di Rp 17.864 per dolar AS, memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan masyarakat yang membutuhkan valuta asing harus merogoh kocek lebih dalam.

Kurs Jual di Bank Mandiri, BCA, dan BNI Paling Mahal

Bagi Anda yang hendak membeli dolar AS untuk kebutuhan perjalanan atau transaksi bisnis, simak kurs jual di tiga bank besar berikut per pukul 09.38 WIB. Harga jual dolar di bank menjadi patokan bagi nasabah yang ingin menukarkan rupiah dengan mata uang asing.

  • Bank Mandiri (BMRI): Kurs jual TT Counter & Bank Notes berada di level tertinggi, yakni Rp 17.940 per dolar AS. Sementara itu, kurs jual untuk transaksi e-Rate di Mandiri tercatat Rp 17.898 per dolar AS.
  • Bank Central Asia (BCA): BCA mematok kurs jual e-Rate di Rp 17.898 per dolar AS. Untuk transaksi di kantor cabang (TT Counter dan Bank Notes), harga jualnya sama dengan Mandiri, yaitu Rp 17.940 per dolar AS.
  • Bank Negara Indonesia (BNI): BNI menawarkan kurs jual e-Rate di Rp 17.895 per dolar AS. Untuk transaksi fisik, BNI mematok harga jual Rp 17.940 per dolar AS (TT Counter) dan Rp 17.925 per dolar AS (Bank Notes).

Selisih Harga Beli-Jual di Bank Bisa Capai Ratusan Rupiah

Perbedaan mencolok terlihat pada kurs beli di masing-masing bank. Kurs beli adalah harga yang ditawarkan bank saat nasabah menjual dolar AS. Selisih antara kurs jual dan beli (spread) di BCA dan Mandiri mencapai Rp 250 per dolar AS untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes. Di BNI, spread untuk transaksi serupa mencapai Rp 300 per dolar AS.

Artinya, jika Anda memiliki dolar AS dan ingin mencairkannya ke rupiah, nilai yang Anda terima akan lebih rendah dibandingkan jika Anda membelinya. Bagi nasabah dengan transaksi besar, BCA dan Mandiri menyediakan special rate dengan spread yang lebih tipis.

Dolar Makin Mahal, Apa Dampaknya bagi Anda?

Pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan impor. Harga barang elektronik, gadget, hingga bahan baku industri berpotensi naik karena biaya pengadaan dalam dolar AS menjadi lebih tinggi. Bagi pelaku bisnis yang memiliki utang dalam denominasi dolar, beban pembayaran bunga dan pokok utang juga ikut membengkak.

Sementara itu, investor yang memiliki portofolio di pasar saham masih bisa bernapas lega. IHSG yang justru menguat pagi ini menjadi sinyal bahwa aliran modal asing belum sepenuhnya keluar dari pasar saham Indonesia. Namun, ketidakstabilan nilai tukar tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.

Kurs di Bank untuk Transaksi e-Banking Lebih Murah?

Bagi nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi mobile banking atau internet banking, BCA, Mandiri, dan BNI menawarkan kurs e-Rate. Kurs ini biasanya lebih kompetitif dibandingkan transaksi di kantor cabang. Sebagai gambaran, kurs jual e-Rate di BCA dan Mandiri adalah Rp 17.898 per dolar AS, lebih murah Rp 42 dibandingkan transaksi tunai di counter. Namun, perlu diingat bahwa kurs ini bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks