Pencarian

Pemprov NTB Siapkan Dana DBHCHT Rp32 Miliar untuk Petani Tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah

Kamis, 04 Juni 2026 • 22:51:31 WIB
Pemprov NTB Siapkan Dana DBHCHT Rp32 Miliar untuk Petani Tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah
Pemprov NTB siapkan dana Rp32 miliar dari DBHCHT untuk mendukung petani tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalokasikan dana sebesar Rp32 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk petani tembakau di daerah sentra produksi. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, menyatakan dana tersebut tidak hanya diberikan sebagai bantuan langsung, melainkan juga untuk penguatan kelembagaan dan program pendukung lainnya.

Bantuan Pupuk hingga Fasilitasi Kelembagaan

Menurut Mirza, seluruh alokasi DBHCHT tersebut diperuntukkan bagi petani melalui berbagai skema. Di antaranya untuk fasilitasi kelembagaan, bantuan pupuk, dan kebutuhan petani lainnya. Anggaran senilai itu rencananya akan disalurkan ke wilayah-wilayah sentra produksi tembakau di NTB.

"Kalau data nggak saya hafal, karena banyak itu. Tembako yang jelas, sentra-sentra kita yang di Lombok Timur, Lombok tengah, pasti mereka yang lebih banyak mendapatkan bantuan," ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Harga Jagung dan Gabah Jadi Penyeimbang Petani Tembakau

Di tengah dinamika swasembada pangan yang fokus menanam padi, Mirza menilai hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi kondisi petani tembakau. Ia menjelaskan, harga sejumlah komoditas pertanian lain justru mengalami kenaikan dan bisa menjadi penyeimbang.

"Iya, karena komoditi yang lain kan bagus ini. Jagung juga bagus sekarang kan. Artinya ada komoditi yang lain yang jadi penyeimbang," katanya.

Selain jagung, harga gabah dinilai lebih stabil setelah pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini diyakini dapat menopang pendapatan petani ketika harga tembakau sedang tertekan.

Pertanian Cerdas Iklim Hadapi Cuaca Ekstrem

Menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu, Distanpangan NTB akan mendorong penerapan teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Teknologi ini diarahkan pada tiga aspek utama: peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan penyakit, serta keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

Implementasi di lapangan antara lain melalui penggunaan air secara hemat dengan sistem "macak-macak", pemupukan berimbang berbasis uji tanah, serta penggunaan benih unggul. Sistem tanam jajar legowo juga akan terus didorong untuk meningkatkan hasil panen.

"Ke depan, penggunaan alat ukur unsur hara tanah akan kita optimalkan, sehingga pemupukan lebih tepat sasaran dan tidak merusak lahan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks