Pencarian

Pemprov NTB Alokasikan Rp32 Miliar DBHCHT untuk Petani, Lombok Timur dan Lombok Tengah Terima Jatah Terbesar

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:17:01 WIB
Pemprov NTB Alokasikan Rp32 Miliar DBHCHT untuk Petani, Lombok Timur dan Lombok Tengah Terima Jatah Terbesar
Pemprov NTB mengalokasikan Rp32 miliar DBHCHT untuk mendukung petani tembakau dan padi.

MATARAM — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah memastikan dana Rp32 miliar dari DBHCHT akan disalurkan dalam bentuk bantuan nyata ke petani. Bentuk bantuan mencakup cangkang, pupuk, sarana produksi, fasilitasi kelembagaan, hingga penunjang lainnya.

“Ini semua diberikan untuk petani,” ujarnya di Mataram, Jumat, 5 Juni 2026.

Lombok Timur dan Lombok Tengah Jadi Prioritas

Menurut Mirza, distribusi dana DBHCHT akan merata ke seluruh kabupaten/kota. Namun, porsi terbesar dialokasikan untuk Lombok Timur dan Lombok Tengah—dua daerah yang selama ini menjadi sentra produksi tembakau NTB.

Pemerintah daerah tetap mendorong petani di dua wilayah itu membudidayakan tembakau karena nilai ekonominya tinggi. “Untuk daerah-daerah spesifik seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, kita silakan petani melakukan budi daya tanaman tembakau,” kata Mirza.

Petani Beramai-ramai Beralih ke Padi

Meski tembakau masih jadi komoditas strategis, data menunjukkan pergeseran besar terjadi di lapangan. Luas areal tanaman padi di NTB melonjak dari 283.000 hektare pada 2024 menjadi 320.000 hektare pada 2025.

“Ada kenaikan signifikan untuk padi. Artinya, menunjukkan pergeseran komoditas,” tutur Mirza.

Ia menjelaskan, tren ini dipicu harga gabah yang kompetitif dan terjamin. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. “Paling enak sekarang ini padi, karena harga stabil, pembelinya jelas Bulog,” kata Mirza.

Tembakau Tetap Jadi Andalan

Meski peralihan ke padi masif, Pemprov NTB tidak meninggalkan tembakau. Mirza menegaskan komoditas ini tetap strategis dan akan dipertahankan karena sumbangsihnya terhadap ekonomi daerah. “Kalau di luar Perum Bulog pasti harga belinya lebih tinggi dari HPP, artinya tambah sejahtera petani. Namun untuk tembakau tetap menjadi komoditas strategis kita dan akan kita pertahankan karena nilai ekonominya juga tinggi,” terangnya.

Dengan alokasi DBHCHT Rp32 miliar, pemerintah berharap petani tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah tetap produktif di tengah gelombang peralihan ke padi. Bantuan sarana produksi diharapkan menekan biaya tanam dan menjaga daya saing tembakau NTB.

Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks