MATARAM — Keputusan ini diumumkan di Mataram, Jumat (5/6/2026), di tengah tren peralihan petani dari tembakau ke komoditas padi. Mirza menjelaskan bahwa dana DBHCHT tidak hanya menyasar petani tembakau, tetapi juga didistribusikan merata ke seluruh sektor pertanian di NTB.
Bantuan Langsung untuk Petani: Cangkang, Pupuk, dan Sarana Produksi
Bantuan yang disiapkan mencakup kebutuhan pokok budi daya. "Ini semua diberikan untuk petani," ujar Mirza. Ia merinci alokasi tersebut meliputi bantuan cangkang, pupuk, sarana produksi, fasilitasi kelembagaan, serta bantuan penunjang lainnya.
Pemerintah daerah saat ini tengah fokus meningkatkan produksi komoditas pangan, khususnya padi. Namun, untuk daerah spesifik seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, petani tetap didorong membudidayakan tembakau karena nilai ekonomisnya yang tinggi.
Mengapa Petani Mulai Berpaling ke Padi?
Fenomena peralihan komoditas ini tidak bisa diabaikan. Berdasarkan data, luas areal tanaman padi di NTB pada 2024 tercatat 283.000 hektare. Angka ini melonjak menjadi 320.000 hektare pada 2025. "Ada kenaikan signifikan untuk padi. Artinya, menunjukkan pergeseran komoditas," tutur Mirza.
Pemicu utamanya adalah harga yang lebih kompetitif dan terjamin. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. "Paling enak sekarang ini padi, karena harga stabil, pembelinya jelas Bulog. Kalaupun di luar Perum Bulog pasti harga belinya lebih tinggi dari HPP, artinya tambah sejahtera petani," jelasnya.
Tembakau Tetap Strategis: Apa Langkah Pemprov Selanjutnya?
Meski peralihan terjadi, Mirza menegaskan tembakau tetap menjadi komoditas strategis yang akan dipertahankan. "Untuk tembakau tetap menjadi komoditas strategis kita dan akan kita pertahankan karena nilai ekonominya juga tinggi," terangnya.
Dengan alokasi Rp32 miliar dari DBHCHT, Pemprov NTB berharap petani di Lombok Timur dan Lombok Tengah tetap termotivasi membudidayakan tembakau. Bantuan sarana produksi diharapkan menekan biaya operasional dan menjaga daya saing komoditas ini di pasar.