Pencarian

Bupati Sumbawa Barat Minta Camat Petakan Kerawanan Pilkades Serentak 2026, Validitas Data Pemilih Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:32:31 WIB
Bupati Sumbawa Barat Minta Camat Petakan Kerawanan Pilkades Serentak 2026, Validitas Data Pemilih Jadi Sorotan
Bupati Sumbawa Barat meminta camat memetakan potensi kerawanan Pilkades Serentak 2026 dalam rapat koordinasi di Graha Fitrah, Senin (13/7).

TALIWANG — Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, meminta jajaran camat dan perangkat daerah tidak menunggu hingga konflik pecah. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang bisa muncul selama tahapan Pilkades Serentak 2026.

Validitas Data Pemilih Jadi Titik Kritis

Salah satu masalah yang disorot dalam rapat koordinasi di Graha Fitrah, Senin (13/7), adalah akurasi daftar pemilih. Bupati menegaskan bahwa data kependudukan yang digunakan saat ini masih mengacu pada basis data 2024.

“Kalau potensi kerawanan diidentifikasi sejak awal, penyelesaiannya juga akan lebih mudah sebelum menjadi persoalan yang lebih besar,” ujar Amar dalam rapat yang dihadiri Wakil Bupati Hj. Hanipah, unsur Forkopimda, dan para camat.

Ia menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk segera memperbarui dan memastikan keakuratan data pemilih. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah sengketa di tingkat desa.

Netralitas Aparat dan Inovasi Pemungutan Suara

Bupati juga mengingatkan TNI dan Polri, melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk terus melakukan pembinaan di desa-desa yang akan menggelar Pilkades. Ia secara khusus meminta seluruh aparatur pemerintah dan aparat keamanan menjaga netralitas.

“Jangan sampai aparat berpihak kepada salah satu calon. Tugas kita menjaga situasi tetap kondusif dan menjalankan peran sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Di luar aspek keamanan, Amar mendorong adanya inovasi dalam pelaksanaan Pilkades. Ia membuka peluang penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik di desa-desa yang dinilai siap.

Momentum Pasca Perubahan UU Desa

Pilkades Serentak 2026 menjadi momentum penting bagi Sumbawa Barat. Ini adalah kali pertama penerapan keserentakan pemilihan kepala desa pasca perubahan Undang-Undang Desa. Bupati meminta pengalaman penyelenggaraan sebelumnya dijadikan bahan evaluasi.

“Pemerintah daerah memang bukan penyelenggara teknis Pilkades. Namun, kita memiliki tanggung jawab memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Amar.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks