MATARAM — Tiga kelompok tani di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, kini bisa mengolah lahan lebih cepat. Mereka menerima bantuan satu unit traktor roda dua dari Polres Lombok Timur, merk Quick Tipe G 3000 Zeva, yang diserahkan langsung di UPTD Pertanian Selong.
Bantuan itu diberikan kepada Poktan Lembah Lengundi III yang diketuai Supriyono, Poktan Sempager pimpinan Ama Sirnawati, dan Poktan Sari Cendana yang diketuai Amaq Muhammad. Ketiganya berasal dari satu desa yang sama di wilayah timur Lombok.
Mengapa Polisi Ikut Urus Traktor Petani?
Kasi Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. “Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk sektor pertanian,” ujarnya.
Menurut Rusmaladi, bantuan alsintan ini diharapkan mampu memangkas waktu pengolahan lahan dan menekan biaya produksi yang selama ini dikeluhkan petani. “Dengan traktor, petani tidak lagi bergantung penuh pada tenaga sapi atau manual,” imbuhnya.
Harapan dari Lapangan: Efisiensi dan Produktivitas
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, dalam sambutannya, menekankan agar bantuan ini dimanfaatkan secara optimal. Ia ingin kelompok tani bisa mengelola jadwal pemakaian traktor secara bergilir agar semua anggota merasakan manfaatnya.
Kegiatan penyerahan berlangsung singkat, mulai pukul 10.20 hingga 10.40 Wita. Turut hadir Wakapolres Kompol Sidik Pria Mursita, Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Timur Darajata, serta Kapolsek Selong IPTU Susana Ernawati Djangu.
Apa Dampaknya bagi Petani Pringgabaya?
Selama ini, petani di Desa Gunung Malang mengandalkan alat tradisional untuk membajak sawah. Dengan tambahan traktor roda dua, luas lahan garapan yang bisa diolah per hari diperkirakan meningkat. Kelompok tani juga tak perlu lagi menyewa alat dari luar desa dengan biaya mahal.
Polres Lombok Timur berjanji akan terus memantau penggunaan traktor tersebut. Jika efektif, program serupa bisa diperluas ke kecamatan lain di Lombok Timur yang memiliki potensi pertanian serupa.