Pencarian

Kebocoran Pipa Saat Persiapan Sertifikasi CBIB, Limbah Tambak di Laut Sambik Elen Lombok Utara Diselidiki

Kamis, 20 Agustus 2026 • 12:10:31 WIB
Kebocoran Pipa Saat Persiapan Sertifikasi CBIB, Limbah Tambak di Laut Sambik Elen Lombok Utara Diselidiki
Kebocoran pipa milik perusahaan tambak di perairan Sambik Elen, Lombok Utara, diselidiki Dinas Kelautan dan Perikanan NTB.

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat buka suara terkait munculnya limbah di perairan Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim, mengonfirmasi bahwa sumber pencemaran berasal dari kebocoran pipa milik perusahaan tambak di sekitar lokasi.

Peristiwa itu bermula ketika para pekerja tengah membuka salah satu segmen pipa sebagai bagian dari proses pengajuan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Saat pipa dibuka, air limbah keluar dan mengalir ke bawah hingga mengenai bebatuan di pesisir.

Kecelakaan Kerja atau Kelalaian?

"Dari sisi tata kelola IPAL sudah bagus, cuma dia ini mau memproses untuk mendapatkan sertifikat cara budidaya ikan yang baik tapi untuk memproses itu ada bagian pipa yang harus diperbaiki diluruskan, sehingga oleh anggota yang kerja di sana itu terjadi kecelakaan kerja," ujar Muslim di Kantor Gubernur NTB, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, gelembung limbah yang sempat dikeluhkan warga hanya muncul dalam hitungan jam, tidak sampai satu hari penuh. Meski demikian, Dislutkan NTB tetap mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium guna memastikan tingkat bahaya kandungan limbah tersebut terhadap ekosistem laut.

Hasil Lab Masih Berproses, Perusahaan Tetap Beroperasi

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium masih berproses. Pemerintah provinsi memilih bersikap hati-hati dengan tetap membiarkan perusahaan beroperasi seperti biasa sembari menunggu hasil uji.

"Kita tetap berprasangka baik bahwa semua proses dilaksanakan dengan baik, dan hasil lab masih berproses hingga sekarang," lanjutnya.

Namun, Muslim menegaskan bahwa jika hasil laboratorium nantinya menunjukkan adanya unsur kelalaian atau pencemaran, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. "Kita pastikan NTB tetap ramah investasi, lingkungan tetap lestari dan kita memberikan kepastian orang berusaha dengan cara yang baik kalau sekiranya, sekali lagi, kalau sekiranya ditemukan ada unsur kelalayan atau unsur pencemaran maka kan pada kamar-kamar proses tidak lanjutnya gitu loh, ada tahapan selanjutnya," jelasnya.

Pengawasan Tambak Bakal Diperketat

Di luar kasus ini, Pemprov NTB berencana memperketat pengawasan terhadap tambak yang berpotensi membuang limbah ke laut. Agenda pembinaan dan uji petik terhadap sejumlah usaha akan digelar sebagai langkah preventif, bukan hanya sebagai respons atas insiden terbaru.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas budidaya tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir. Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dislutkan NTB untuk menangani dugaan pencemaran ini secara objektif berdasarkan fakta di lapangan.

Pemeriksaan diarahkan untuk memastikan sumber material yang dikeluhkan masyarakat, kondisi saluran pipa pembuangan, pengelolaan air limbah, serta kesesuaian kegiatan dengan ketentuan lingkungan dan perizinan yang berlaku.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks