MATARAM — Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat HL Hamzi Fikri menyatakan petani tembakau termasuk kelompok pekerja rentan yang belum banyak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kelompok ini tersebar di delapan kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.
Paparan sinar ultraviolet, debu halus, dan nikotin selama bekerja menjadi sumber risiko utama. Hamzi menyebut perlindungan perlu ditempuh lewat dua upaya: pemeriksaan kesehatan berkala dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Petugas Dinas Ketenagakerjaan Akan Verifikasi Ulang Penerima
Supaya bantuan perlindungan tidak salah sasaran, pendataan dan verifikasi calon penerima akan dilakukan kembali oleh petugas dinas ketenagakerjaan. Hamzi memastikan proses itu menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.
"Nanti akan ada petugas yang kembali mendata dan memverifikasi untuk memastikan sasaran yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.
Gangguan Penglihatan Jadi Perhatian Khusus Petani Tembakau
Dari sisi layanan kesehatan, Dikes NTB memperkuat pemeriksaan melalui puskesmas, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hamzi menilai layanan itu perlu dijalankan rutin dengan memperhatikan risiko kesehatan yang dihadapi petani selama bekerja.
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah gangguan penglihatan. Paparan sinar ultraviolet secara langsung dapat mempercepat terjadinya katarak, di samping proses degeneratif.
Petani yang mengalami gangguan penglihatan dapat memeriksakan diri ke puskesmas, termasuk memanfaatkan layanan melalui BPJS Kesehatan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan katarak yang butuh tindakan lanjutan, pasien dapat menjalani operasi melalui rumah sakit mata.
Kacamata Hitam dan Caping Lebar Kurangi Paparan Sinar Matahari
Hamzi mengingatkan petani mengurangi paparan sinar matahari langsung dengan pelindung yang sesuai. Kacamata hitam membantu melindungi mata, sedangkan caping berukuran lebar mengurangi paparan ke bagian kepala dan wajah saat bekerja di lahan.
"Kalau keluar seperti kita ini, berjemur-jemur itu mending pakai kacamata hitam, supaya tidak langsung kena paparan itu," ujarnya.
Perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani tembakau di delapan kabupaten NTB bergantung pada hasil pendataan ulang tersebut. Dikes NTB menempatkan pemeriksaan mata dan layanan puskesmas sebagai pintu masuk deteksi dini gangguan kesehatan akibat kerja di lahan tembakau.