Bagi penggemar game lawas, proses memainkan judul-judul era 90-an biasanya dimulai dengan mencari emulator seperti RetroArch atau Dolphin, mengunduhnya, lalu mengatur kontrol dan shader secara manual. Afterplay menghilangkan semua kerumitan itu. Platform ini berjalan langsung di browser—Firefox, Chrome, Safari—dan mendukung konsol dari Commodore 64, Atari 2600, hingga Nintendo DS dan Sega Saturn.
Yang menarik, Afterplay tidak hanya sekadar memutar ROM. Saya mengujinya dengan beberapa judul, termasuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time dan Mario Kart 64, dan semuanya berjalan mulus. Emulator ini juga menyediakan fitur cloud save, cheat bawaan, mode multipemain, hingga manipulasi jam internal—sangat berguna untuk game seperti Pokémon Gold dan Silver yang punya siklus waktu tertentu.
Tanpa Instalasi, Tapi Fiturnya Tetap Kelas Atas
Salah satu keunggulan utama Afterplay adalah kemudahan akses. Tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan—meskipun opsi aplikasi desktop dan mobile juga tersedia untuk macOS, Windows, Linux, iOS, dan Android. Cukup buka browser, unggah ROM dari perangkat, dan game langsung muncul di perpustakaan dengan box art yang otomatis tersinkronisasi.
Bagi yang ingin pengalaman lebih autentik, Afterplay menyediakan opsi CRT scanlines, LCD grids, dan upscaling. Fitur shader hanya tersedia di versi premium seharga $25 per tahun (sekitar Rp400 ribu), yang juga mencakup penyimpanan tak terbatas, tangkapan layar bawaan, serta hotkey dan makro. Versi gratisnya tetap bisa diandalkan, meski dibatasi dua save manual dan dua autosave per game.
Main di Laptop, Lanjut di iPhone Tanpa Ribet
Fitur cloud membuat pengalaman bermain lintas perangkat terasa mulus. Saya menambahkan ROM Ocarina of Time di MacBook Pro via Firefox, lalu melanjutkan permainan di iPhone 17 Pro—progres dan autosave tetap tersinkronisasi selama perangkat terhubung ke internet. Tidak perlu repot memindahkan file save secara manual.
Konektivitas kontroler juga sederhana. Saya menggunakan Xbox Elite Series 2 dan langsung dikenali oleh Firefox setelah memberikan izin akses input di pengaturan keamanan macOS. Pemetaan tombol bawaan sudah solid, tapi bisa diubah sesuai keinginan.
Bisa Beli Game Baru Buat Konsol Klasik
Satu hal yang membedakan Afterplay dari emulator lain adalah kemitraannya dengan Incube8 Games dan penerbit game retro-modern lainnya. Pengguna bisa membeli game baru yang dikembangkan khusus untuk konsol klasik, seperti Infinity, The Machine, atau Zephyr's Pass. Langkah ini mengingatkan pada upaya ModRetro menghidupkan kembali judul Game Boy dan N64, namun tanpa kontroversi yang membayangi pendirinya, Palmer Luckey.
Afterplay memang bukan emulator paling canggih di luar sana—tidak ada fitur netplay tingkat lanjut atau dukungan untuk PlayStation 2 misalnya. Tapi untuk pengguna yang ingin bermain game retro instan tanpa konfigurasi, platform ini adalah pilihan paling efisien yang pernah saya coba. Cukup buka browser, dan nostalgia siap dihidupkan kapan saja.