MATARAM — Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki fase baru dalam sejarah pengelolaannya. Setelah lebih dari dua dekade tidak tersentuh pembaruan, museum kebanggaan warga Mataram ini akan menjalani revitalisasi total senilai Rp 3 miliar yang sepenuhnya ditangani langsung oleh Kementerian Kebudayaan/Pendidikan.
Pengerjaan Dimulai Akhir September, Rampung Sebelum Desember
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengonfirmasi bahwa tim dari kementerian akan turun ke lapangan mulai akhir September. Proses pengerjaan ditargetkan tuntas dalam waktu kurang lebih dua bulan, tepatnya pada awal Desember.
"Ini dikerjakan langsung oleh pihak Kementerian dengan nilai Rp 3 miliar untuk menghadirkan layout terbaru. Setelah 26 tahun belum pernah kita renovasi ulang, kini kami menerima tim revitalisasi. Mudah-mudahan pengerjaannya dimulai akhir September dan awal Desember sudah selesai," ujarnya di Museum NTB, Jumat, 21 Agustus 2026.
Alur Pameran Baru: Dari Konektivitas Lokal ke Panggung Dunia
Alam, sapaan akrab Ahmad Nuralam, memberikan bocoran bahwa konsep utama yang akan ditonjolkan berbeda dari pendekatan konvensional. Tema besar yang diusung berfokus pada sejarah perdagangan internasional dan bagaimana masyarakat NTB terhubung dengan jaringan global sejak masa lampau.
"Salah satu bocoran layout baru yang ditonjolkan adalah state tentang perdagangan internasional. Ini akan menampilkan bagaimana konektivitas sejarah antara masyarakat NTB dengan dunia internasional sejak dulu," tambahnya.
Momen ini sekaligus menjadi salam perpisahan dengan tata pameran lama yang telah menjadi saksi bisu kunjungan publik selama puluhan tahun. Saat peresmian nanti, pihak museum juga berencana meluncurkan net museum sebagai pelengkap konsep pameran anyar tersebut.
Dekranasda NTB: Sudah Saatnya Museum Lebih Fresh dan Interaktif
Dukungan datang dari Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta M. Iqbal. Ia menilai pembaruan ini sudah lama dinantikan, terutama untuk menarik minak generasi muda agar lebih dekat dengan sejarah dan budaya daerahnya sendiri.
"Dengan perubahan ini, moga-moga Museum NTB jadi jauh lebih menarik lagi. Sudah 16 tahun tata pamerannya tidak diubah, jadi memang sudah saatnya dibikin lebih fresh dan interaktif," ujarnya.
Melalui revitalisasi ini, Museum NTB diharapkan tidak sekadar menjadi gudang penyimpanan artefak bersejarah, tetapi menjelma sebagai pusat edukasi dan literasi sejarah yang modern. Targetnya, museum mampu memikat wisatawan domestik maupun mancanegara dengan pengalaman visual yang baru dan relevan dengan perkembangan zaman.
Seluruh detail konsep pameran, termasuk unsur kejutan yang disebutkan oleh pihak museum, akan diumumkan secara resmi pada acara peresmian setelah proses revitalisasi selesai.