NUSA TENGGARA BARAT — Timnas Republik Irlandia memastikan tetap melakoni laga UEFA Nations League B3 melawan Israel di Debrecen, Hungaria, dengan rencana mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan bagi korban tewas dalam konflik Gaza. Keputusan itu diambil setelah voting internal skuad menghasilkan mayoritas signifikan, menyusul mundurnya satu pemain dari skuad jelang pertandingan.
Kepastian ini disampaikan CEO Football Association of Ireland (FAI), David Courell, dalam konferensi pers yang tertunda lebih dari lima jam dari jadwal semula. Ia mendampingi pelatih kepala Heimir Hallgrimsson dan direktur sepak bola FAI, John Martin, di Stadion Nagyerdei.
Courell mengungkapkan bahwa satu pemain menyatakan ketidaknyamanannya terhadap laga ini dan memilih mundur. Pemain yang dimaksud kabarnya kiper Gavin Bazunu. Mundurnya satu pemain itu memaksa skuad menggelar rapat maraton selama empat jam sebelum akhirnya memutuskan tetap bertanding.
Voting Skuad Hasilkan Mayoritas Signifikan untuk Tetap Bermain
"Pagi ini, seorang pemain menyampaikan ketidaknyamanannya terhadap laga ini dan mengindikasikan niatnya untuk mundur," kata Courell, seperti dikutip dari pernyataan resminya.
"Variabel baru ini membutuhkan waktu bagi skuad lainnya untuk mempertimbangkan, dan yang terjadi adalah empat jam percakapan lagi, terutama di antara para pemain, tetapi juga dengan staf pelatih dan eksekutif FAI," tambahnya.
Courell menegaskan asosiasi menghormati hak setiap pemain atas pendapat masing-masing. Ia juga menyebut voting internal skuad menghasilkan dukungan mayoritas signifikan untuk melanjutkan pertandingan.
Ban Lengan Hitam dan Sejumlah Gestur Lainnya
Selain mengenakan ban lengan hitam, para pemain Irlandia berencana melakukan sejumlah gestur lain. Mereka akan menarik diri dari sebagian elemen upacara prapertandingan dan menolak kewajiban media untuk sisa jendela internasional kali ini.
Para pemain juga berencana menyumbangkan biaya pertandingan melawan Israel dan laga kontra Austria di Stadion Aviva, Dublin, untuk tujuan amal. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap korban konflik Gaza.
Tekanan Publik dan Seruan Boikot Sejak Undian
Laga ini menuai kontroversi sejak kedua tim diundi bertemu. Kelompok tekanan Irish Sport for Palestine melancarkan kampanye "Stop The Game" yang menyerukan agar para pemain Irlandia mundur dari pertandingan.
Mantan pelatih Republik Irlandia, Brian Kerr, dan eks pemain internasional James McClean termasuk di antara figur yang mendukung seruan boikot tersebut. Tekanan ini membuat laga yang seharusnya berjalan normal menjadi sorotan publik internasional.
Hallgrimsson mengakui tekanan yang dihadapi para pemainnya berada di level yang sulit dipahami orang luar. "Tidak ada yang nyaman, tetapi ini tentang membatasi kerusakan, baik secara pribadi maupun untuk sepak bola Irlandia," ujarnya.
Kekalahan dari Kosovo dan Jadwal Berikutnya
Irlandia datang ke laga ini setelah kalah dari Kosovo pada laga pembuka Nations League, Kamis lalu. Kekalahan tersebut sudah dibayangi kontroversi laga melawan Israel yang sudah mencuat sejak sebelum pertandingan digelar.
Hallgrimsson menyebut situasi ini sebagai kondisi unik yang memaksa semua pihak mencari solusi terbaik. "Kami akan berlatih dan kemungkinan akan ada lebih banyak diskusi malam ini dan besok," katanya.
Laga melawan Israel digelar di Debrecen, Hungaria, yang berstatus sebagai kandang Irlandia. Sementara laga tandang melawan Israel akan berlangsung di Serbia pekan depan.