Pencarian

Mendag Budi Santoso Buka Akses Ekspor UMKM NTB lewat Jaringan Perdagangan RI di 33 Negara

Jumat, 06 November 2026 • 07:01:01 WIB
Mendag Budi Santoso Buka Akses Ekspor UMKM NTB lewat Jaringan Perdagangan RI di 33 Negara
Mendag Budi Santoso berdialog dengan pelaku UMKM dalam acara Bincang UMKM di galeri kreatif Bale KITA, Mataram.

MATARAM — Kementerian Perdagangan menyiapkan fasilitas penjajakan bisnis bagi UMKM daerah agar produk mereka menemukan pasar ekspor. Lewat program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), pelaku usaha dapat mengikuti business matching daring dengan calon pembeli luar negeri. Perwakilan perdagangan RI di berbagai negara menjadi ujung tombak pertemuan itu.

Budi menegaskan peran Atdag dan ITPC bukan sekadar simbol diplomatik. Jaringan itu dipakai untuk mencarikan pembeli bagi produk yang sudah jadi, tetapi belum punya jalur pemasaran.

"Kami membantu UMKM yang bisa memproduksi, tetapi kebanyakan tidak bisa berjualan. Akan kami carikan pasarnya di luar negeri melalui perwakilan perdagangan RI," kata Mendag Budi saat berdialog dengan pelaku UMKM dalam Bincang UMKM di galeri kreatif Bale KITA, Mataram, Kamis (5/11).

Potensi Transaksi Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Sepanjang Januari–September 2026, program UMKM BISA Ekspor mencatat potensi transaksi sekitar USD 361,5 juta. Angka itu melonjak dibanding periode Januari–Desember 2025 yang sebesar USD 134,87 juta.

Kenaikan tersebut menunjukkan minat buyer internasional terhadap produk UMKM Indonesia tumbuh. Namun, realisasi transaksi tetap bergantung pada kesiapan pasokan dan kualitas barang dari pelaku usaha.

Pameran Dagang Internasional Jadi Jalur Lain

Kemendag juga membuka akses pasar melalui Program Pilihan Busan. Produk UMKM yang lolos kurasi berpeluang difasilitasi mengikuti pameran dagang internasional, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI).

TEI ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 mencatat total potensi transaksi USD 22,94 miliar. Dari jumlah itu, UMKM menyumbang sekitar USD 510 juta.

Budi mendorong pelaku UMKM NTB memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperluas pemasaran produknya. Menurutnya, peluang sudah tersedia, tinggal bagaimana daerah meresponsnya.

Pendampingan Kualitas hingga Kemasan

Selain akses pasar, Kemendag menyediakan pendampingan peningkatan kualitas produk dan pengembangan desain kemasan. Kerja sama dengan asosiasi ritel modern juga disiapkan untuk memperluas pasar domestik.

Perluasan akses ekspor mesti diimbangi kapasitas produksi. Kemendag mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan pemangku kepentingan untuk menyiapkan produk unggulan daerah agar lebih kompetitif.

Bagi pelaku UMKM NTB, jaringan 33 negara itu membuka jalan yang selama ini sulit ditempuh sendiri. Yang dibutuhkan kini kesiapan produk, mulai dari mutu, kemasan, hingga kemampuan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lombokpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks