BIMA — Penemuan mayat siswa SMK di area persawahan Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (18/5/2026) siang, membuat geger warga setempat. Jasad remaja berusia 15 tahun berinisial TGH itu pertama kali dilihat oleh warga yang melintas di perbatasan Desa Rasabou dan Tambe.
"Ditemukan tadi siang," ujar Amiruddin (45), seorang warga setempat saat dikonfirmasi.
Amiruddin menjelaskan, kondisi jasad korban sudah tidak wajar. Tubuh TGH menghitam pekat, dan di bagian mulut serta wajah terdapat luka-luka. Di sekitar lokasi penemuan, warga juga melihat beberapa batu yang ternoda bercak darah.
Kondisi Jasad dan Temuan di Lokasi Kejadian
Warga yang datang berkerumun sontak histeris saat mengenali seragam sekolah yang masih menempel di tubuh korban. TGH diketahui merupakan pelajar aktif SMKN 1 Bolo. Pihak keluarga yang tiba di lokasi tak kuasa menahan tangis dan sangat terpukul atas kejadian tersebut.
"Jasad korban sudah dikenali oleh pihak keluarga. Mereka terpukul. Warga juga tak menyangka, korban tewas mengenaskan, apalagi statusnya sebagai seorang pelajar," imbuh Amiruddin.
Polsek Bolo Evakuasi Jasad ke RSUD Bima
Tak lama setelah penemuan, aparat dari Polsek Bolo tiba di lokasi dan langsung mengamankan area persawahan. Jasad TGH kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima untuk menjalani proses visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Kapolsek Bolo, Iptu Muh Sofyan Hidayat, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan penyebab kematian korban.
"Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi pihak Polres Bima," kata Sofyan singkat.
Penanganan Kasus Dilimpahkan ke Polres Bima
Hingga berita ini diturunkan, kasus kematian tragis siswa SMKN 1 Bolo tersebut telah ditangani langsung oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bima. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan atau penyebab lain di balik tewasnya remaja tersebut.
Warga di dua desa yang berbatasan langsung dengan lokasi kejadian masih diliputi suasana duka dan pertanyaan. Mereka berharap polisi dapat mengungkap kasus ini secara transparan dan cepat.