MATARAM — Kepanikan melanda siswa kelas XI B SMAN 7 Mataram saat atap ruang kelas mereka ambruk mendadak pada Selasa (19/5) siang. Bangunan yang diketahui sudah berusia dua dekade itu runtuh saat jam istirahat, memicu teriakan dan tangis di antara para pelajar.
4 Siswa Terjebak di Dalam Bangunan
Salah seorang siswi, Natzira, menuturkan bahwa ia bersama teman-temannya langsung berlari keluar saat mendengar suara gemuruh dari atas. "Semua panik. Ada yang nangis juga karena takut. Kita berlari dan guru-guru langsung datang membantu," katanya di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).
Natzira menyebut ada empat siswa yang sempat terjebak di dalam bangunan tersebut. Mereka akhirnya berhasil dievakuasi setelah mendapat bantuan dari siswa lain dan guru yang sigap turun tangan.
Trauma Usai Saksikan Teman Tertimpa Reruntuhan
Pasca-insiden, para siswa mengaku mengalami trauma dan takut untuk kembali belajar di dalam ruang kelas. "Tentu karena waktu kejadian kita melihat teman kita sendiri tertimpa reruntuhan, terus melihat langsung kejadiannya, jadi kita trauma melihat bangunan yang roboh," tutur Natzira.
Kondisi psikologis siswa menjadi perhatian utama pihak sekolah pasca-kejadian. Sejumlah guru disebut langsung memberikan pendampingan awal kepada siswa yang mengalami syok.
Bangunan Berusia 20 Tahun, Hasil Swadaya Masyarakat
Menurut keterangan pihak sekolah, gedung yang ambruk tersebut pertama kali dibangun atas swadaya masyarakat dan pihak sekolah. Usia bangunan yang mencapai 20 tahun menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kondisi konstruksinya.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Mataram terkait insiden ini. Namun, pihak sekolah dikabarkan telah melaporkan kejadian tersebut untuk mendapatkan tindak lanjut, termasuk evaluasi kondisi bangunan lain di lingkungan SMAN 7 Mataram.
Apa Langkah Pemkot Mataram Selanjutnya?
Peristiwa ambruknya atap kelas ini menjadi alarm bagi kondisi infrastruktur pendidikan di Mataram, khususnya gedung-gedung sekolah yang dibangun era 2000-an. Warga dan orang tua siswa mendesak agar ada audit menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah di kota itu.
Hingga berita ini ditulis, proses pembersihan reruntuhan masih berlangsung. Kegiatan belajar mengajar di SMAN 7 Mataram untuk sementara dialihkan ke ruang lain yang dinyatakan aman.