MATARAM — Target tiga gelar juara umum berturut-turut atau hat-trick di Porprov NTB 2026 bukan sekadar wacana bagi Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik. Ia pasang badan, menjamin bahwa kebutuhan anggaran kontingen Kota Mataram akan terus dikawal meskipun situasi fiskal daerah sedang menantang.
Politisi Partai Golkar yang juga menjabat ketua cabang olahraga Atletik (PASI) ini menegaskan bahwa fungsi dewan tidak berhenti di persetujuan anggaran. Pengawasan terhadap realisasi kebutuhan atlet akan diperketat agar persiapan teknis tidak terganggu.
Fokus pada Mental Juara, Anggaran Urusan Belakangan
Abdul Malik meminta para atlet dan pelatih tidak perlu khawatir dengan isu kekurangan dana yang sempat mencuat. Menurutnya, urusan anggaran adalah ranah kebijakan yang bisa dicarikan solusi bersama.
"Konsep kita yang pertama adalah menjaga tradisi juara. Masalah anggaran itu nanti menyesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang ada di KONI, dan itu sudah kita sepakati bersama. Intinya, setiap saat kami (DPRD) memberikan dukungan," ujarnya usai melepas para calon juara, beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah menjaga mental bertanding atlet. Kekompakan tim dan komitmen bersama dinilai lebih krusial ketimbang sekadar besaran angka di APBD.
Pelatda 6 Bulan Jadi Modal Realistis
Keyakinan Abdul Malik terhadap target hat-trick bukan tanpa dasar. Ia menyebut pemusatan latihan daerah (pelatda) yang sudah berjalan selama enam bulan menjadi indikator kesiapan kontingen.
"Kami tidak melihat ke arah keterbatasan itu. Kami melihat kekompakan dan komitmen dari tim yang sudah terbentuk. Apalagi para atlet kita sudah menjalani pemusatan latihan (pelatda) selama 6 bulan. Artinya, dengan pelatda yang berjalan sukses, persiapan kita sebenarnya sudah sangat matang dan realistis untuk juara," imbuh Abdul Malik.
Bonus Atlet: Wewenang KONI, DPRD Dorong Hak Atlet Terpenuhi
Mengenai bonus bagi peraih medali, Abdul Malik menyerahkan mekanisme teknisnya kepada KONI Kota Mataram. Namun, ia memastikan dewan akan terus mendorong pemerintah daerah agar hak-hak atlet tetap terjamin.
"Kalau bonus, kami serahkan ke KONI karena itu wewenang mereka. Kami di lembaga legislatif bertugas mendorong bagaimana para atlet kita ini bisa bertanding dengan tenang, nyaman, dan fokus, seperti yang diharapkan Pak Wali Kota," jelasnya.
Menutup arahannya, Abdul Malik menyematkan pesan pembakar semangat bagi seluruh patriot olahraga Mataram. Ia mengingatkan bahwa pertandingan ini bukan sekadar ajang individu, melainkan harga diri ribuan warga Kota Mataram.
"Pesannya jelas: Mataram Hat-trick, Pertahankan Tradisi Juara! Ingat bahwa kalian berlaga bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan membawa nama baik dan kehormatan seluruh masyarakat Kota Mataram," pungkasnya.