MATARAM — Kasus pembacokan di Jalan Udayana, Kota Mataram, yang menewaskan satu orang pada Minggu dini hari (25/10/2026) berbuntut panjang. Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaedah menyatakan lembaganya menaruh perhatian serius pada perkara yang melibatkan anak-anak tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Isvie di Mataram, Kamis (29/10), empat hari setelah peristiwa berlangsung. Menurut dia, kekerasan yang melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku bukan lagi persoalan tunggal satu keluarga.
Kekhawatiran Warga soal Keamanan Kota Mataram
Isvie menyoroti kekhawatiran sebagian warga Mataram yang menilai kondisi keamanan kota belakangan semakin mengkhawatirkan. Penilaian itu, kata dia, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa jawaban dari pemerintah dan aparat.
"Saya secara pribadi maupun lembaga sangat prihatin dengan semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di NTB ini," kata Isvie.
Peristiwa di Jalan Udayana menjadi pengingat bagi keluarga untuk meningkatkan perhatian terhadap anak. Isvie meminta orang tua lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari.
"Jangan sampai anaknya keluar malam dan diberikan perhatian khusus. Ini bahaya untuk kita semua," ujarnya.
Minta Tidak Ada Pembiaran terhadap Kekerasan
Isvie menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan kekerasan, termasuk pengeroyokan dan tindakan sejenis yang berujung hilangnya nyawa. Pencegahan, menurut dia, perlu diperkuat lewat edukasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Guru di sekolah diminta ikut membangun kesadaran anak agar tidak terlibat tindakan kekerasan. Peran keluarga dan lingkungan pendidikan dinilai sama pentingnya dalam menahan laju kekerasan di kalangan pelajar.
Edukasi tersebut, kata Isvie, perlu kembali diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di Mataram maupun kabupaten dan kota lain di NTB.
Pelaku di Bawah Umur Tetap Harus Dihukum Berat
Terkait penanganan hukum, Isvie meminta para pelaku dijatuhi hukuman berat. Ia mengakui pelaku yang masih di bawah umur memiliki ketentuan hukum tersendiri, tetapi hal itu tidak boleh mengabaikan akibat dari perbuatan yang dilakukan.
Permintaan senada datang dari Wakil Gubernur NTB yang mendesak penguatan pengawasan anak dan penegakan hukum. Keduanya juga menyoroti perlunya penerangan di taman kota serta patroli rutin untuk mencegah kekerasan berulang.
Isvie meminta aparat penegak hukum menuntaskan kasus pembacokan di Jalan Udayana dan memberikan hukuman berat kepada para pelaku. DPRD NTB, menurut dia, akan mengawal proses hukum agar berjalan transparan.